Kronologi Pemalsuan Surat Jalan Djoko Tjandra Versi Dakwaan

    Zaenal Arifin - 13 Oktober 2020 15:09 WIB
    Kronologi Pemalsuan Surat Jalan Djoko Tjandra Versi Dakwaan
    Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) menggelar sidang perdana pemalsuan dokumen perjalanan Djoko Tjandra pada Selasa, 13 Oktober 2020. Medcom.id/Zaenal Arifin
    Jakarta: Sidang perdana perkara pemalsuan dokumen perjalanan palsu terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra digelar pada Selasa, 13 Oktober 2020. Djoko Tjandra dan pengacaranya, Anita Kolopaking, serta Brigjen Prasetiyo Utomo didakwa terlibat dalam pemalsuan tersebut.

    Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung, ketiganya terlibat dengan peran masing-masing. Mulai dari menyuruh, membuat surat palsu, hingga terlibat dalam penggunaan surat tersebut.

    Perwakilan dari sembilan JPU menyebut pemalsuan surat ini bermula saat Djoko Tjandra yang berstatus buronan berkenalan dengan Anita Kolopaking di kantor Exchange lantai 106, Kuala Lumpur, Malaysia. Persamuhan itu berlangsung pada November 2019.

    Djoko Tjandra berniat memakai jasa Anita Kolopaking untuk menjadi kuasa hukumnya. Dia meminta bantuan pada Anita Kolopakaing untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung Nomor 12PK/Pid.Sus/2009 tanggal 11 Juni 2009.

    "Saat itu saksi Anita D Kolopaking menyetujui. Untuk itu dibuatlah surat kuasa khusus tertanggal 19 November 2019," kata jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Pada April 2020, Anita yang sudah menjadi kuasa hukum Djoko Tjandra mendaftarkan PK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, dia tidak menghadirkan kliennya selaku pihak pemohon.

    Imbasnya, permohonan PK itu ditolak pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keputusan itu merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 tahun 2012.

    Djoko Tjandra yang saat itu berada di luar negeri tidak ingin keberadaannya diketahui. Dia meminta Anita Kolopaking untuk mengatur kedatangannya ke Jakarta dengan perantara. Anita berkenalan dengan Brigjen Prasetiyo Utomo.

    Sang jenderal bintang satu itu sedang menjabat sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. Brogjen Prasetiyo dan Anita berbincang soal Djoko yang hendak datang ke Ibu Kota.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id