Eks Bupati Kampar Diduga Kembalikan Uang Proyek Jembatan Waterfront City

    Candra Yuri Nuralam - 24 Januari 2021 08:23 WIB
    Eks Bupati Kampar Diduga Kembalikan Uang Proyek Jembatan Waterfront City
    Plt juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Kabupaten Kampar periode 2011-2016 Jefry Noer. Dia dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Jembatan Waterfront City alias Jembatan Kampar yang masuk program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar Tahun Anggaran (TA) 2015-2016.

    "Didalami pengetahuannya terkait adanya pengembalian sejumlah uang oleh yang bersangkutan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Sabtu, 23 Januari 2021.




    Uang tersebut diduga berasal dari proyek pekerjaan pembangunan multiyears Jembatan Waterfront City pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar di Tahun Anggaran 2015-2016. Ali tidak memerinci maksud dan nilai uang yang diserahkan Jefry.

    Jefry masih berstatus sebagai saksi dalam kasus ini. Namun, Lembaga Antikorupsi itu mencium arahan khusus Jefry untuk memenangkan PT Wika dalam mendapatkan proyek tersebut. Ali enggan membeberkan arahan yang dimaksud maupun hasil pemeriksaan Jefry.

    "Keterangan itu didalami dari Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan tahun 2015-2016 Indra Pomi Nasution," ujar Ali.

    Kasus korupsi ini bermula saat Pemerintah Kabupaten Kampar mencanangkan beberapa proyek strategis. Hal ini di antaranya pembangunan Jembatan Bangkinang atau yang kemudian disebut Jembatan Waterfront City.

    Baca: Peran Kongkalikong 2 Tersangka Korupsi Jembatan Waterfront City Riau Diusut
     
    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Waterfront City Dinas PU Kampar sekaligus tersangka, Adnan (ADN), diduga bertemu dengan tersangka lainnya Manajer Wilayah 2 PT Wijaya Karya (Wika) atau Ketua Komite Manajemen PT Wika-Sumindo JO, I Ketut Suarbawa (IKS), dan beberapa pihak lain di Jakarta pada pertengahan 2013. Adnan menginfokan soal desain jembatan dan engineer's estimate (anggaran perkiraan proyek) kepada I Ketut Suarbawa.

    Mereka kongkalikong agar proyek tersebut ditangani perusahaan I Ketut Suarbawa. Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kampar mengumumkan lelang dimenangkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

    Adnan diduga menerima Rp1 miliar atau 1 persen dari nilai kontrak. Kerugian keuangan negara diduga mencapai Rp39,2 miliar dari total nilai proyek pembangunan Jembatan Waterfront City tahun jamak 2015 dan 2016, Rp117,68 miliar.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id