Polisi Tunggu Rekomendasi Komnas HAM Terkait Penembakan Pengikut Rizieq

    Siti Yona Hukmana - 22 Januari 2021 04:07 WIB
    Polisi Tunggu Rekomendasi Komnas HAM Terkait Penembakan Pengikut Rizieq
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membuat surat rekomendasi hasil investigasi kasus penembakan enam pengikut Rizieq Shihab. Polisi menunggu surat rekomendasi tersebut. 

    "Penyidik belum terima (rekomendasi dari Komnas HAM)," kata Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021.

    Baca: Komjen Listyo Janji Jalankan Rekomendasi Komnas HAM Soal Penembakan Pengikut Rizieq

    Andi mengatakan pihaknya akan menindak lanjuti rekomendasi Komnas HAM. Sebelumnya calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjanjikan akan menjalankan rekomendasi Komnas HAM. Dia akan menindaklanjuti rekomendasi itu setelah resmi menjabat sebagai Kapolri. 

    "Terkait rekomendasi Komnas HAM, tentunya kami dalam posisi sikap mematuhi dan menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM. Tentunya kita akan ikuti," kata Listyo saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon kapolri di Ruang Sidang Komisi III DPR, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Januari 2021.

    Kapolri Jenderal Idham Azis pun telah membentuk tim khusus yang terdiri dari Bareskrim, Divisi Provesi dan Pengamanan (Div Propam), dan Divisi Hukum Polri. Tim khusus itu untuk merespons temuan Komnas HAM terkait tewasnya enam eks anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. 

    "Polri kan juga sedang proses sidik kasus penyerangan terhadap petugas Polri. Tim gabungan akan asesmen berkaitan dengan administrasi dan tindakan yang dilakukan oleh penyidik dalam melakukan penyidikan kasus tersebut," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Sabtu, 9 Januari 2021. 

    Komnas HAM menilai terdapat pelanggaran HAM dalam penembakan enam pengikut Rizieq. Komnas HAM memberikan empat rekomendasi kepada Polri.

    Pertama, Komnas HAM merekomendasikan kasus tersebut dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana. Hal itu untuk mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan.

    Kedua, mendalami dan melakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang terdapat dalam dua mobil. Yakni, Avanza warna hitam berpelat B 1739 PWQ dan Avanza warna Silver berpelat B 1278 KJD.

    Ketiga, mengusut lebih lanjut kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh laskar FPI. Keempat, meminta proses penegakan hukum, akuntabel, objektif, dan transparan sesuai dengan standar hak asasi manusia.


    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id