Polisi Berencana Olah TKP Kasus Video Asusila Gisel di Medan

    Siti Yona Hukmana - 09 Januari 2021 03:38 WIB
    Polisi Berencana Olah TKP Kasus Video Asusila Gisel di Medan
    Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Polisi memastikan akan terus memproses kasus video asusila yang melibatkan artis Gisella Anastasia (GA) dan Michael Yukinobu Defretes (MYD). Polisi tengah melengkapi berkas perkara kasus tersebut.

    "Rencana tindak lanjut ke depan kita akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Medan (Sumatra Utara)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Januari 2021.

    Yusri memastikan penyidik tidak akan mengulur-ngulur waktu dalam penyidikan kasus Gisel. Penyidik berusaha melengkapi seluruh berkas dan bukti agar kasus gisel bisa segera dilimpahkan ke jaksa.

    "Mudah-mudahan tidak ada halangan sampai penyelesaian nanti," ujar Yusri.

    Gisel dan MYD tidak ditahan. Kedua tersangka dinilai kooperatif selama panggilan penyidik. Pertimbangan lain, Gisel memiliki seorang anak berusia empat tahun yang masih membutuhkan bimbingan. 

    Baca: Gisel Tak Ditahan Setelah Diperiksa Polisi

    Namun, Gisel dan Yukinobu dikenakan wajib lapor. Gisel dan MYD diminta datang dua kali seminggu, setiap Senin dan Kamis.

    Dalam wajib lapor itu, kedua tersangka hanya mengisi daftar hadir. Penyidik tidak akan memeriksa keduanya.

    Jagat maya dihebohkan video mesum yang diperankan seorang perempuan mirip Gisel. Setelah diusut polisi, Gisel itu mengaku menjadi pemeran perempuan dalam video.
    Gisel dan Michael ditetapkan sebagai tersangka kasus video dewasa tersebut.

    Gisel merekam video asusila itu untuk dokumentasi pribadi. Video itu lalu dikirim menggunakan aplikasi AirDrop ke telepon genggam Michael.

    Gisel dikenakan Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sedangkan, Michael dijerat Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Keduanya terancam hukuman penjara hingga 12 tahun.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id