Irwandi Yusuf Berharap Bebas Murni

    Fachri Audhia Hafiez - 01 April 2019 17:59 WIB
    Irwandi Yusuf Berharap Bebas Murni
    Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
    Jakarta: Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf berharap bisa bebas murni. Hal ini akan dia sampaikan dalam nota pembelaannya atau pledoi. 

    "Saya harap bebas murni," kata Irwandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 1 April 2019.
    Hari ini, Irwandi bakal membacakan pledoi pribadi. Pleidoi pribadi Irwandi berisi tiga lembar. Sementara, kuasa hukum Irwandi telah menyiapkan pleidoi sebanyak lebih dari 500 halaman.

    Irwandi yakin diputus bebas dan menuding majelis hakim tak detail memeriksa perkaranya. "Alangkah Superman dia (hakim) kalau semua hal bisa ditelitinya. Kasus bisa diperiksa, kapan waktunya, (diperiksa) di sini saja sudah tengah malam," ujar Irwandi.

    Agenda sidang pembacaan pleidoi Irwandi akan dilangsungkan malam ini pukul 19.00 WIB. Sidang akan berlangsung di ruang Kusuma Atmadja 4, Pengadilan Tipikor Jakarta.

    Sebelumnya, Irwandi Yusuf dituntut hukuman 10 tahun penjara. Ia juga dituntut membayar denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Hak politik Irwandi juga terancam dicabut selama lima tahun.

    (Baca juga: Steffy Burase Dikasih Rp 150 Juta untuk Umrah)

    Jaksa meyakini Irwandi menerima suap sejumlah Rp1 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Uang itu diberikan agar Irwandi selaku Gubernur Aceh menyetujui program pembangunan dari DOKA Tahun 2018.

    Ahmadi dan staf khusus Irwandi, Hendri Yuzal kemudian sepakat soal komitmen fee atas program pembangunan itu. Ahmadi menyanggupi dan menyerahkan uang Rp1 miliar kepada Teuku Saiful Bahri dan Hendri Yuzal.

    Jaksa melanjutkan, uang suap itu kemudian digunakan untuk membayar perjalanan umrah bersama istrinya, Steffy Burase. Uang itu juga digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon yang digagas oleh Steffy.

    Selain perkara suap, Irwandi juga diyakini menerima gratifikasi sebesar Rp41,7 miliar selama menjabat Gubernur Aceh dari beberapa proyek yang dikerjakan pengusaha. Ia menjabat Gubernur Aceh dua kali, yakni pada periode 2007-2012 dan 2017-2022.

    Irwandi diyakini melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

    (Baca juga: Orang Terdekat Irwandi Disebut Mengancam Bila Tak Diberi Uang)
     



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id