comscore

KPK Telusuri Aliran Uang Suap Hakim Itong

Antara - 14 April 2022 10:08 WIB
KPK Telusuri Aliran Uang Suap Hakim Itong
Pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri. Dok. Istimewa
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran sejumlah uang tersangka hakim nonaktif Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat (IIH). Penelusuran dilakukan melalui dua saksi, yakni hakim Dede Suryaman dan hakim R Moh Fadjarisman.

"Didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan aliran penerimaan uang oleh tersangka IIH dan juga dikonfirmasi lebih lanjut mengenai dugaan aliran sejumlah uang dari tersangka IIH ke beberapa pihak terkait," kata pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 14 April 2022.
Keduanya diperiksa dalam penyidikan kasus dugaan suap pengurusan perkara di PN Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 13 April 2022. Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan Itong bersama Panitera Pengganti nonaktif PN Surabaya, Hamdan, sebagai tersangka penerima suap, dan pengacara sekaligus kuasa dari PT Soyu Giri Primedika (SGP), Hendro Kasiono (HK), sebagai tersangka pemberi suap.

Baca: KPK Periksa 2 Hakim Terkait Kasus Suap Itong Isnaeni

Dalam konstruksi perkara, Itong selaku hakim tunggal PN Surabaya menyidangkan perkara permohonan pembubaran PT SGP yang diwakili Kasiono sebagai kuasa hukum perusahaan itu.

Dalam penanganan perkara itu, KPK menduga ada kesepakatan antara Kasiono dan pihak perwakilan PT SGP untuk menyiapkan sejumlah uang yang akan diberikan kepada hakim. KPK menduga uang yang disiapkan untuk mengurus perkara berkisar Rp1,3 miliar, dimulai dari tingkat putusan pengadilan negeri hingga tingkat putusan Mahkamah Agung.

Sebagai langkah awal realisasi uang Rp1,3 miliar itu, Kasiono menemui Hamdan. Lalu, Kasiono meminta agar hakim yang menangani perkaranya bisa memutus sesuai dengan keinginan Kasiono.

Untuk memastikan persidangan perkaranya berjalan sesuai dengan harapan, Kasiono diduga berulang kali menjalin komunikasi dengan Hamdan menggunakan istilah "upeti" demi menyamarkan maksud dari pemberian uang.

KPK mengungkapkan setiap hasil komunikasi antara Kasiono dan Hamdan diduga selalu dilaporkan kepada Itong. KPK menyebutkan putusan yang diinginkan Kasiono adalah PT SGP dinyatakan dibubarkan dengan nilai aset yang bisa dibagi sejumlah Rp50 miliar.

Hamdan lalu menyampaikan keinginan Kasiono kepada Itong. Kemudian, Itong menyatakan bersedia dengan imbalan sejumlah uang.

Pada 19 Januari 2022, uang imbalan diserahkan Kasiono kepada Hamdan sebesar Rp140 juta untuk Itong.  Selain itu, KPK menduga Itong menerima pemberian lain dari pihak-pihak yang berperkara di PN Surabaya, sehingga hal itu akan didalami lebih lanjut tim penyidik.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id