comscore

Mahfud Diminta Prioritaskan Kasus Sengketa Tanah di Cakung

Achmad Zulfikar Fazli - 24 Mei 2022 17:36 WIB
Mahfud Diminta Prioritaskan Kasus Sengketa Tanah di Cakung
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Komitmen Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang akan memberantas mafia tanah disambut baik. Mahfud diminta memprioritaskan masalah sengketa tanah di Cakung, Jakarta.

"Kami sangat antusias mendengar statement Pak Menko Polhukam semalam terkait permasalahan mafia tanah," ujar Ketua Gerakan Rakyat Anti Aktor Koruptor (Gertak) Dimas Tri Nugroho di Jakarta, Selasa, 24 Mei 2022.
Menurut dia, upaya pemberantasan mafia tanah merupakan langkah positif untuk tetap melaksanakan reformasi agraria yang digaungkan Presiden Joko Widodo. Pasalnya, permasalahan sengketa tanah masih terus terjadi, bahkan bertambah.

"Perintah Presiden ke Pak Menko Polhukam merupakan suatu harapan bagi rakyat Indonesia yang telah menjadi korban mafia tanah untuk mendapatkan keadilan," jelas dia.

Dia berharap Menko Polhukam dapat merealisasikan langkah konkret dalam menjalankan amanat Presiden dan mengungkap para pengusaha atau pejabat pemerintahan, khususnya di bidang pertanahan, yang terlibat.

"Kami menunggu aksi Pak Mahfud untuk menindak oknum pengusaha, pejabat dari atas hingga bawah jika ada yang bermain harus ditindak. Karena mafia tanah bisa bermain dengan para pejabat-pejabat di lingkungan pertanahan," ungkap dia.

Khusus kasus sengketa tanah di Cakung, dia menilai penuh rekayasa. Dia menduga ada intervensi dari pengusaha dan pejabat pertanahan yang merugikan rakyat kecil.

"Pihak kami berharap kasus sengketa tanah Cakung mendapatkan perhatian khusus. Karena Abdul Halim sebagai rakyat kecil menjadi korban dari pengusaha dan oknum pejabat pertanahan demi keuntungan pribadi mereka," ujar dia.

Baca: Presiden Perintahkan Usut Tuntas Kasus Mafia Tanah

Dia mengaku sudah mengirim semua bukti-bukti yang didapatkan ke Presiden Joko Widodo dengan nomor register: 22N2-P1XE0P. Selain itu, dia sudah melaporkan ke Polda Metro, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut dia, kejanggalan sengketa tanah di Cakung terlihat jelas. Salah satunya dengan beredar surat dari Menteri BPN/ATR Sofyan Djalil di media sosial yang terkesan mengintervensi MA untuk mengalahkan Abdul Halim.

Surat dengan tanda tangan Sofyan Djalil yang dikirim ke MA itu diunggah oleh pegiat media sosial, Rudi Valinka, dengan akun @kurawa

"Selain itu yang janggal, kepolisian telah menetapkan pengusaha Benny Simon Tabalujan sebagai tersangka dan DPO terkait pemalsuan akta autentik tapi masih dapat dimenangkan oleh pengadilan," jelas dia.

Dimas meminta Menko Polhukam berhati-hati dalam menyelesaikan konflik tanah di Cakung. Para mafia tanah sangat lihai dan pintar membangun opini yang memutarbalikkan fakta.

"Yang tadinya korban bisa menjadi bagian dari mafia tanah. Hal inilah yang terjadi kepada Abdul Halim," kata dia.

Sebelumnya, Mahfud menegaskan pihaknya akan menindak tegas dan memberantas para mafia tanah. Hal tersebut disampaikanya usai melakukan rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, kemarin.

"Kan banyak mafia tanah, di mana orang tidak punya hak atas tanah tiba-tiba menang di pengadilan sampai ke tingkat Mahkamah Agung, padahal itu tanah negara, tanah rakyat gitu. Nah ini kita sekarang akan tegas," ujar Mahfud kepada wartawan, Senin, 23 Mei 2022.

Mahfud menjelaskan akan menjerat mafia tanah melalui penegak hukum salah satunya Kejaksaan Agung. Dengan melakukan penyidikan, hingga putusan pidana bagi mafia tanah.

"Mafia tanah ini supaya tidak beroperasi terus merampas tanah negara, tanah rakyat. Orang enggak pernah menjual tanahnya tiba-tiba sudah dimiliki orang lain ketika ditanyakan, disuruh menggugat ke pengadilan, ketika di pengadilan dikalahkan. Itu yang banyak," ujar dia.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id