comscore

Saksi Meringankan Ungkit Kebaikan, Azis Syamsuddin Banjir Air Mata

Fachri Audhia Hafiez - 06 Januari 2022 16:23 WIB
Saksi Meringankan Ungkit Kebaikan, Azis Syamsuddin Banjir Air Mata
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menangis saat persidangan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan korupsi Azis Syamsuddin menangis saat salah satu saksi bersaksi di persidangan. Saksi dari kubu Azis itu ialah ibu rumah tangga, Yanti Sumiyati, asal Lampung Timur.

Awalnya Yanti menceritakan mengenai kesulitan ketika bayi yang baru dilahirkannya menderita hydromakoli. Bayi Yanti harus menjalani operasi dan menelan biaya Rp45 juta.
"Kami bingung, sekeluarga nangis, bayi harus operasi. Kami bingung saat itu karena keadaan ekonomi kami, Rp45 juta bagaimana kita dapat," kata Yanti saat menjadi saksi meringankan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Januari 2022.

Yanti mengatakan masalah itu sempat dia unggah ke Facebook dan viral. Dia mengaku mendapat dua kali telepon dari pihak Azis.

"Sekitar pukul 17.00 WIB sore ada telepon lagi, 'Ibu ini saya yang telepon. Saya ini bawahannya beliau'. (Saya enggak tanya siapa) saya fokus ke bayi itu, saya enggak tahu," ucap Yanti.

Yanti mengaku bantuan itu datang dari pihak Azis. Pihak yang menelponnya diduga orang kepercayaan Azis, Rika.

Tapi, Yanti belum pernah bertemu dengan Azis secara langsung. Persidangan tersebut merupakan momen Yanti pertama kali bertemu dengan Azis.

"Saya ingin beri ucapan langsung hati ini belum plong. Ingin sekali ucapkan terima kasih langsung. Bagi saya Pak Azis adalah malaikat yang dikirim langsung oleh Allah kalau seandainya enggak ada yang menolong nyawa anak saya enggak bisa tertolong. Karena ada buktinya," ujar Yanti.

Baca: KPK Sebut Kejujuran Saksi Jadi Kunci Bongkar Suap Azis Syamsuddin

Yanti juga dikonfirmasi apakah dia tahu sosok Aliza Gunado dan Edi Sujarwo yang diduga merupakan orang kepercayaan Azis. Yanti cuma mengetahui sosok Rika.

"Enggak ada. Adanya Pak Rika sama Pak Azis," ujar Yanti.

Mendengar penjelasan tersebut, Azis nampak menangis. Dia mengatakan kepada Yanti supaya bantuan itu bermanfaat.

"Terima kasih pertemuan ini bagaimana adalah salah satu di antara kita bermanfaat bagi semua orang. akan berasa bermanfaat semua orang apabila saya membantu. Salam hormat pada masyarakat sana, mudah-mudahan ibu sehat," ujar Azis sambil terisak.

Setelah menyampaikan keterangan, Yanti meminta bersalaman dengan Azis. Keduanya nampak bersalaman dan berpelukan di depan persidangan.

Azis didakwa menyuap mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Stepanus Robin Pattuju, sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id