comscore

Kapolri Tekankan Pentingnya Pencegahan Penyelundupan PMI

Yogi Bayu Aji - 04 Januari 2022 22:19 WIB
Kapolri Tekankan Pentingnya Pencegahan Penyelundupan PMI
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar audiensi dengan Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa. 4 Januari 2022. Foto: Istimewa
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar audiensi dengan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Mereka membahas seputar perlindungan dan pencegahan penyelundupan pekerja migran Indonesia (PMI).

Salah satu yang dibahas ialah soal tenggelamnya kapal yang diduga mengangkut PMI ilegal di perairan Malaysia. Sigit memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan Polri terkait kejadian yang menimpa warga negara Indonesia (WNI) tersebut. 
"Terhadap peristiwa tersebut, Polri telah melakukan berbagai upaya," kata Listyo Sigit dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Januari 2022. 

Mantan Kapolda Banten tersebut menuturkan Polri sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Misi Kemanusiaan Internasional. Kemudian, Korps Bhayangkara ikut memulangkan para WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. 

Sebanyak 11 WNI korban kapal tenggelam dikembalikan ke Indonesia, Kamis, 23 Desember 2021, dengan menggandeng pemerintah Malaysia, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta BP2MI. Hari ini, setidaknya delapan jenazah dibawa kembali ke Indonesia. 

Baca: Bandara Juanda Dijaga Ketat Jelang Kedatangan Pekerja Migran Indonesia

"Polri juga telah berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dalam hal perizinan memasuki wilayah Malaysia terhadap dua kapal Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk membawa jenazah kembali ke Indonesia," ujar Listyo Sigit.

Eks Kabareskrim Polri itu menerangkan pihaknya juga berkomunikasi dengan Jabatan Forensik dan DVI Malaysia dan Rumah Sakit (RS) Sultan Ismail Johor Bahru. Hal ini untuk pemeriksaan sidik jari dan antemortem tiga jenazah lainnya yang masih berada di Johor Bahru.

Selain itu, Polri sudah berkoordinasi Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Negeri Johor untuk memeriksa korban yang selamat. Dalam kasus ini, 13 PMI diduga ilegal yang ditangkap otoritas Malaysia bakal diberikan bantuan hukum.

"Melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku penyelundupan PMI ilegal ke Malaysia dan menutup Pelabuhan Gentong, Bintan, Kepri, yang diduga menjadi tempat pengiriman PMI ilegal di wilayah Malaysia," ucap Sigit.

Listyo Sigit memastikan Polri menyelidiki dugaan tindak pidana dalam penyelundupan PMI terkait tenggelamnya kapal di perairan Malaysia itu. Dia mengingstruksikan jajarannya bersinergi dengan BP2MI dalam perlindungan dan pencegahan penyelundupan PMI ke luar negeri. 

"Harus betul-betul ada kepastian negara untuk melindungi mereka. Perlu adanya pendampingan kepada PMI yang bermasalah dengan hukum. Bagi titik-titik yang belum ada Polri mungkin bisa diadakan perwakilan-perwakilan di sana," tegas Sigit.

Menurut dia, WNI yang ingin menjadi PMI perlu dilatih untuk mendapatkan keterampilan khusus ketika bekerja di luar negeri. Pendidikan dasar ini dapat mencegah potensi kekerasan atau tindakan lainnya yang tidak diinginkan terhadap PMI.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengapresiasi Polri telah bergerak cepat dalam perlindungan PMI pascainsiden kapal tenggelam di perairan Malaysia. Hal ini, kata dia, amat diperlukan para korban.

"Ini menunjukkan bahwa negara hadir hukum bekerja," ungkap Benny.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id