comscore

Polisi Hentikan Kasus Sadikin Aksa, Ini Alasannya

Siti Yona Hukmana - 11 November 2021 11:20 WIB
Polisi Hentikan Kasus Sadikin Aksa, Ini Alasannya
Mantan Direktur PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa. MI/Soleh
Jakarta: Bareskrim Polri menghentikan penyidikan kasus dugaan pidana perbankan yang menyeret mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo, Sadikin Aksa. Sadikin Aksa disebut tidak terbukti melakukan tindak pidana.

"Dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tertulis tidak cukup bukti," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Kamis, 11 November 2021.
Penghentian penyidikan otomatis menggugurkan status tersangka Sadikin Aksa. Sadikin Aksa terseret hukum karena mengabaikan perintah tertulis Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Candra Sukma Kumara mengatakan pihak yang terlibat dalam kasus dugaan pidana sudah berdamai. Bareskrim telah menerima kesepakatan perdamaian tersebut.

"Kasus tersebut dihentikan karena berbagai pihak baik dari Bosowa dan KB Kookmin sudah mencapai kesepakatan damai, dan kita ditembusi kesepakatan tersebut," ujar Candra.

Candra menyebut proses perdamaian tidak melibatkan penyidik Bareskrim. Penghentian penyidikan terhadap keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu dilakukan pada September 2021.

"(Perdamaian) antara mereka saja. Tanggal saya lupa, tapi sekitar bulan September," katanya.

Baca: Polri Hentikan Penyidikan Kasus Sadikin Aksa

Kasus ini dihentikan berdasarkan Surat Ketetapan Dirtipideksus Nomor: S.Tap/9„0?/lX/RES.1.24./2021/Dittipideksus pada 15 September 2021. SP3 itu ditandatangani Dirtipideksus Bareskrim Polri terdahulu Brigjen Helmy Santika, yang kini naik pangkat jadi Irjen.

Surat ditembuskan kepada Kepala Bareskrim Polri, karobinops Bareskrim Polri, karowassidik Bareskrim Polri, dan Mangarade Perdamean Sirait selaku telapor. Pengacara Sadikin Aksa, Agus Salim, membenarkan penerbitan surat penghentian penyidikan tersebut.

"Sudah terbit SP3 terkait laporan dugaan tindak pidana dengan sengaja mengabaikan perintah tertulis OJK," kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu, 10 November 2021.

Sadikin ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara terkait kasus Bank Bukopin. Sejak Mei 2018, PT Bank Bukopin Tbk berstatus bank dalam pengawasan intensif OJK karena mengalami permasalahan likuiditas.

Kondisi bank tersebut makin buruk sejak Januari hingga Juli 2020. Dalam penyelamatan Bank Bukopin, OJK mengeluarkan kebijakan memberikan perintah tertulis kepada Sadikin Aksa melalui Surat OJK Nomor: SR-28/D.03/2020, yang terbit 9 Juli 2020.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id