Singapura Harus Pulangkan Adelin Lis untuk Hapus Stigma 'Surga Koruptor'

    Candra Yuri Nuralam - 18 Juni 2021 00:37 WIB
    Singapura Harus Pulangkan Adelin Lis untuk Hapus Stigma 'Surga Koruptor'
    Adelin Lis mendapat kawalan ketat saat meninggalkan ruang sidang di Pengadilan Negeri Medan, Sumatra Utara, Rabu, 18 Juli 2007. Dok. Media Indonesia



    Jakarta: Singapura didorong kooperatif dalam memulangkan terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis. Kerja sama dari Singapura dinilai bakal meyakinkan masyarakat Indonesia ihwal keseriusan Negeri Singa memerangi korupsi dan pelaku kejahatan.

    “Ini momen tepat agar pemerintah Singapura membuktikan bahwa Singapura bukan surganya para koruptor,” kata Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) Azmi Syahputra dalam keterangan tertulis, Kamis 17 Juni 2021.

     



    Azmi mengutip pernyataan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto. Karyoto sempat menyebut Singapura satu-satunya negara yang membuat penegak hukum sulit menangkap buron korupsi. Meskipun, KPK meminta maaf atas pernyataan itu di kemudian hari.

    Azmi mengatakan pemerintah Singapura dan Indonesia adalah pihak dalam treaty on mutual legal assistance (MLA) dalam masalah pidana di Asia Tenggara (ASEAN). Seyogianya pihak Singapura mendukung permintaan Jaksa Agung ST Burhanuddin mengembalikan Adelin ke Jakarta.

    “Sangat patut Singapura merespons dan membantu serta mendukung permintaan Jaksa Agung,” ujar dosen hukum pidana fakultas hukum Universitas Trisakti itu.

    Menurut Azmi, pengembalian Adelin sangat mendesak. Pasalnya, Adelin dikategorikan sebagai buron berisiko tinggi.

    Baca: KBRI Tunggu Keputusan Imigrasi Singapura Terkait Pemulangan Adelin Lis

    Sejumlah rekam jejak Adelin membuat dirinya disematkan kategori tersebut. Misalnya, Adelin bersama pengawalnya mengeroyok petugas dan melarikan diri saat berusaha ditangkap di Beijing, Tiongkok. Adelin juga pernah melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, Sumatra Utara.

    “Sangat tepat bila pemerintah Singapura mendeportasi ke Jakarta melalui Kejaksaan Agung,” papar Azmi.

    Keseriusan Singapura membantu Indonesia, kata Azmi, menunjukkan sinergitas dan komitmen pemberantasan korupsi. Kedua negara dinilai wajib menindaklanjuti MLA yang sudah disepakati.

    “Bila pemerintah Singapura tidak membantu dan memudahkan proses pemulangan Adelis, benarlah dugaan atas apa yang pernah disampaikan Karyoto,” ucap dia.

    Kejaksaan Agung masih berupaya memulangkan Adelin Lis ke Indonesia. Adelin saat ini masih berada di Singapura.

     “Kerja sama secara intens dan tegas meminta memulangkan terpidana Adelin Lis ke Jakarta,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

    Ada dua skenario pemulangan Adelin. Yakni, menyewa pesawat charter atau menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

    Burhanuddin telah bersurat kepada KBRI Indonesia untuk Singapura. Surat berisi permohonan menahan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) kepada Adelin maupun otoritas imigrasi Singapura.

    “Sebelum mendapat kepastian penjemputan dan jaminan keamanan yang memenuhi kelayakan pemulangan buronan kejaksaan berisiko tinggi tersebut,” tutur Leonard.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id