Dugaan Kasus Kartel Kremasi Diselisik Melalui Yayasan Rumah Duka Abadi

    Theofilus Ifan Sucipto - 21 Juli 2021 15:39 WIB
    Dugaan Kasus Kartel Kremasi Diselisik Melalui Yayasan Rumah Duka Abadi
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Pihak Yayasan Rumah Duka Abadi, Daan Mogot, Jakarta Barat, memenuhi panggilan polisi. Panggilan terkait dugaan kasus kartel kremasi.

    “Sedang kita wawancara (untuk) klarifikasi,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono saat dihubungi, Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Joko belum memerinci detail pemeriksaan karena masih berlangsung. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menelusuri dugaan kasus kartel kremasi. Praktik nakal tersebut tak boleh terjadi apalagi di tengah pandemi covid-19.

    “Sedang dilidik,” kata Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi.

    Baca: Polri Usut Dugaan Kasus Kartel Kremasi

    Agus geram atas dugaan kasus tersebut. Dia mendorong para korban melapor ke polisi supaya kasus terang-benderang.

    “Mari bergandengan tangan membantu meringankan beban masyarakat oleh kelakuan para pengkhianat mencari keuntungan di tengah pandemi,” papar dia.

    Muncul pesan berantai di aplikasi WhatsApp. Pesan itu berisi keluhan warga Jakarta Barat, Martin, yang mengaku diperas saat hendak mengkremasi jenazah keluarganya yang terinfeksi covid-19.

    Martin menceritakan pemerasan yang dilakukan kartel kremasi. Peristiwa itu berawal saat ibunya meninggal di salah satu rumah sakit kawasan Jakarta pada Senin pagi, 12 Juli 2021.

    Kemudian, Dinas Pemakaman membantu mencarikan krematoriumnya. Dia dihampiri orang yang mengaku dari Dinas Pemakaman dan menyampaikan jenazah bisa segera dikremasi di Karawang dengan paket seharga Rp48,8 juta.
     
    "Kami terkejut karena enam minggu lalu kakak kami meninggal dan dikremasi, paket ini tidak sampai Rp10 juta. Lalu, dua minggu kemudian besan kakak kami meninggal bersama anak perempuannya akibat covid-19, paketnya Rp24 juta per orang. Bagaimana harga bisa meroket begini tinggi dalam waktu singkat?" kata Martin dalam pesan itu.

    Dia mencoba menghubungi berbagai Krematorium di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Namun, rata-rata tidak ada yang merespons. Sekalinya ada, menyatakan krematorium sudah penuh.
     
    "Kami menghubungi orang yang dulu mengurus kremasi kakak dan dapat keterangan bahwa memang segitu sekarang biayanya. Kemudian dia juga ditawarkan Rp45 juta, jenazah juga bisa segera di kremasi tapi besok di Cirebon," ujar dia.

    Rekannya yang membantu mencarikan krematorium juga mendapat informasi harga paket kremasi Rp45-55 juta. Martin kalang kabut karena pihak rumah sakit mendesak segera memindahkan jenazah.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id