ICW Bantah Tuding Moeldoko Renten Ivermectin dan Ekspor Beras

    Siti Yona Hukmana - 11 September 2021 04:53 WIB
    ICW Bantah Tuding Moeldoko Renten Ivermectin dan Ekspor Beras
    Peniliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) membantah menuding Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mencari untung atau perburuan renten dari peredaran obat Ivermectin dan ekspor beras. Moeldoko disebut terlalu jauh menafsirkan kajian ICW.

    "Sebab, dalam siaran pers yang ICW unggah melalui website lembaga maupun penyampaian lisan peneliti ICW, tidak ada satu pun kalimat tudingan, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada KSP Moeldoko," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 September 2021.

     



    Kurnia mengatakan seluruh kalimat dalam siaran pers tersebut menggunakan kata indikasi dan dugaan. Sebelum terdapat kesimpulan ada dugaan konflik kepentingan.

    "Kami memastikan kajian itu telah melalui proses pencarian informasi dan data dari berbagai sumber yang kredibel," ujar Kurnia.

    Kurnia juga menanggapi pernyataan peneliti ICW terkait kerja sama ekspor beras antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan PT Noorpay Nusantara Perkasa. Dia mengakui ada kekeliruan penyampaian informasi secara lisan.

    "Sebab, fakta yang benar adalah mengirimkan kader HKTI ke Thailand guna mengikuti sejumlah pelatihan sebagaimana tertuang dalam dokumen siaran pers," ucap Kurnia.

    Kurnia menyebut ICW telah menyampaikan permintaan maaf kepada Moeldoko selaku ketua umum HKTI. Hal itu disampaikan dalam surat balasan somasi beberapa waktu lalu.

    "Berkaitan dengan permintaan maaf ICW, perlu kami tegaskan bahwa hal tersebut kami sampaikan hanya terbatas pada kekeliruan penyampaian lisan tentang ekspor beras, bukan terhadap kajian secara keseluruhan peredaran Ivermectin," kata Kurnia.

    Sebanyak dua peneliti ICW, Egi Primayoga dan Miftahul Huda, dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik. Keduanya diduga menuding Moeldoko mencari keuntungan secara melawan hukum atas peredaran obat Ivermectin dan melakukan kerja sama ekspor beras dengan PT Noorpay Nusantara Perkasa.

    Laporan Moeldoko diterima dengan Nomor : LP/B/0541/IX/2021/SPKT/Bareskrim Polri, tanggal 10 September 2021. Egi dan Miftahul dipersangkakan Pasal 45 ayat (3) jo 27 ayat (3) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP.

    (Baca: Moeldoko Laporkan ICW Soal Tudingan Renten Ivermectin dan Ekspor Beras)

    Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id