Pengamat: Pasal SP3 Demi Asas Kepastian Hukum

    Whisnu Mardiansyah - 19 September 2019 05:37 WIB
    Pengamat: Pasal SP3 Demi Asas Kepastian Hukum
    Ilustrasi. Pekerja membersihkan logo Komisi Pemberantasan Korupsi di gedung KPK. Antara/Muhammad Adimaja.
    Jakarta: Pengamat hukum tata negara Muhammad Rullyandi menilai pasal yang mengatur Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) sudah tepat dimasukkan ke dalam poin revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasal ini demi asas kepastian hukum  

    "Karena ini penting sekali SP3 kita bicara negara hukum kita bicara namanya artinya asas kepastian hukum," kata Rully dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 18 September 2019. 

    Pasal SP3, sebutnya, harus menjadi catatan dan perhatian pimpinan KPK ke depan. Kata Rully, KPK harus cermat membedakan apakah tindak pidana korupsi atau hanya pelanggaran administrasi. 

    "Jadi jangan sampai kasusnya Syafruddin Temenggung itu terulang kembali hanya administrasi jelas Mahkamah Agung ada unsur administrasi ya kalau administrasi bukan pidana sehingga SP3 dong harusnya," jelas Rully. 

    SP3 diatur dalam Pasal 40 revisi UU KPK. Dalam pasal tersebut, KPK berwenang menghentikan penyidikan dan penuntutan terhadap perkara tindak pidana korupsi yang tidak selesai dalam jangka waktu paling lama (satu) tahun.

    Penghentian penyidikan dan penuntutan tersebut harus dilaporkan kepada Dewan Pengawas dan diumumkan kepada publik. Penghentian penyidikan dan penuntutan dapat dicabut apabila ditemukan bukti baru berdasarkan putusan praperadilan.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id