SK Pemberhentian Wahyu Diminta Tunggu Hasil Sidang Etik

    Whisnu Mardiansyah - 14 Januari 2020 19:27 WIB
    SK Pemberhentian Wahyu Diminta Tunggu Hasil Sidang Etik
    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Foto: ANT/Dhemas Reviyanto
    Jakarta: Wahyu Setiawan (WS) mengundurkan diri sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). SK pemberhentian bakal diteken Presiden Joko Widodo.

    "Jadi kami berharap Bapak Presiden bersabar menunggu proses peradilan etik terhadap saudara WS," kata pelaksana tugas Ketua Dewan Kehormatan Pemilu (DKPP) Muhammad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020. 

    DKPP bakal memulai sidang etik pada Wahyu Rabu, 15 Januari 2020. Muhammad menyebut hasil sidang etik tidak memerlukan waktu lama. 

    "Jadi kalau misalnya Insyaallah sidangnya jadi besok, saya percaya pekan ini juga DKPP akan mengirim surat ke presiden mengenai putusan DKPP itu," tutur dia. 

    Muhammad menuturkan dalam sidang etik Wahyu bakal diminta keterangan terkait kasus suap yang menjeratnya. Wahyu terancam diberhentikan dengan tidak hormat. 

    "Salah satu alasan diberhentikan dengan tidak hormat itu karena melanggar sumpah atau kode etik. Di situ DKPP akan menilai pelanggaran sumpah atau DKPP etik," jelas Muhammad.

    Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melaporkan mantan Komisoner KPU Wahyu Setiawan ke DKPP. Hal ini terkait dugaan kasus suap yang menjerat Wahyu.

    Ketua Bawaslu Abhan mengatakan laporan terkait suap dalam proses penetapan pergantian antarwaktu (PAW) calon anggota legislatif di DPR. Kasus itu terjadi usai pertemuan tripartit antara Bawaslu, KPU, dan DKPP.

    Bawaslu berinisiatif membuat laporan dugaan pelanggaran kode etik. Langkah tersebut perlu dilakukan demi menjamin kepastian status Wahyu selaku anggota KPU yang kini berstatus tersangka di KPK.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id