Saksi Kasus Korupsi Pupuk Kembalikan Uang Rp2,5 Miliar

    Meilikhah - 19 Januari 2017 09:26 WIB
    Saksi Kasus Korupsi Pupuk Kembalikan Uang Rp2,5 Miliar
    Ilustrasi -- MTVN/Mohammad Rizal
    medcom.id, Jakarta: Sejumlah saksi yang dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pupuk urea tablet di Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Unit I Jawa Tengah mengembalikan uang kerugian negara. Uang yang dikembalikan mencapai Rp2,5 miliar.

    "Indikasi kerugian keuangan negara yang dihitung penyidik adalah Rp10 miliar," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2017).

    Namun, Febri belum mendapat informasi secara rinci siapa saksi yang telah mengembalikan uang. Dia hanya menegaskan, saksi tersebut diduga mendapat aliran dana hasil korupsi pupuk.

    "Ada indikasi dana (hasil korupsi pupuk) mengalir ke beberapa pihak, seperti cash bag," jelasnya.

    Febri menjelaskan, pengembalian dana tidak menghapus pidana yang tengah diselidiki. Pengembalian dana akan menjadi pertimbangan penyidik dan atau di persidangan untuk menjadi hal yang meringankan.

    "Pengembalian ini sesuai Pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, tidak menghapus pidana," pungkasnya.

    Hingga kini, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pupuk urea tablet di Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Mereka diduga menggelembungkan harga demi mendapatkan keuntungan.

    (Baca: KPK Tetapkan 5 Tersangka Baru Kasus Pupuk)

    Pengadaan pupuk urea tablet periode 2010-2011, ada tiga tersangka. Mereka adalah Kepala Perhutani Unit I Jawa Tengah pada 2010-2011 Heru Siswanto, Dirut Berdikari 2010-2011 Asep Sudrajat Sanusi, dan Kepala Biro Pembinaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah 2010-2011 Bambang Wuryanto.

    Dua tersangka lainnya terjerat pengadaan pupuk urea tablet periode 2012-2013. Mereka adalah Dirut PT Berdikari Persero pada 2012-2013 Librato El Arif dan Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah 2012-2013 Teguh Hadi Siswanto.

    (Baca: Lima Tersangka Diduga Gelembungkan Harga Pupuk)

    Atas perbuatan tersebut, kelima tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 65 KUHP.

    Perkara ini merupakan pengembangan dari perkara suap yang menyeret Direktur Keuangan PT Berdikari Siti Marwa. Dia sudah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima fee Rp2,2 miliar terkait kesepakatan jual-beli pupuk urea tablet dari sejumlah perusahaan rekanan PT Berdikari.



    (NIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id