'Jalan Hitam' John Kei

    Juven Martua Sitompul - 24 Juni 2020 10:19 WIB
    'Jalan Hitam' John Kei
    John Kei - MI/Sumaryanto Bronto
    Jakarta: Nama John Refra alias John Kei kembali tercatat dalam kasus pembunuhan. John ditangkap polisi karena terlibat kasus penganiayaan dan keributan di Green Lake City, Tangerang, Minggu, 21 Juni 2020.

    Terpidana kasus pembunuhan itu lagi-lagi berulah setelah dinyatakan bebas bersyarat pada 26 Desember 2019, berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor Pas-1502.PK.01.04.06 Tahun 2018 tanggal 23 Desember 2020. Bukan bertobat, John justru kembali ke 'jalan hitam'.

    John diduga terlibat peristiwa percobaan pembunuhan terhadap pamannya, Nus Kei. Rencana ingin membunuh itu muncul setelah John merasa dikhianati sang paman atas pembagian hasil jual tanah di Ambon.

    John kemudian membawa anak buahnya untuk menyerang Nus Kei di kediamannya di kawasan klaster Australia Kompleks Green Lake City, Cipondoh, Tangerang. Dalam penyerangan itu, seorang anak buah Nus Kei, Yustus Corwing alias ER, tewas dibacok.

    Bahkan, satu anak buah lainnya bernama Angky ikut menjadi korban kebrutalan John. Empat jari tangan Angky putus akibat terkena bacokan. Kemudian seorang sekuriti, Nugroho Adi Wibowo, tertabrak. Termasuk, pengemudi ojek online, Andreansah, tertembak pada bagian jempol kaki kanan.

    Ini bukan kali pertama John bersikap bengis ketika ingin menyelesaikan konflik dengan lawannya. 'Jalan hitam' John tercatat sejak 2004.

    Berikut sederet kasus 'dunia hitam' melibatkan nama John Kei yang ditelusuri Medcom.id:
     

    Konflik John Kei dengan Basri Sangaji

    Nama John Kei pertama kali disorot saat terlibat perseteruan dengan Basri Sangaji, pada Maret 2004. Saat itu, kelompok John berseteru dengan massa Basri di Diskotek Stadium, Tamansari, Jakarta Barat.

    Tak hanya itu, nama John bahkan dikaitkan dengan kematian Basri pada Oktober 2004. John disebut-sebut dalang penembakan Basri di sebuah hotel di bilangan Jakarta Selatan. Namun, John lolos dalam kasus ini karena tidak terbukti terlibat.
     

    John Kei Aniaya Pemuda Hingga Jarinya Putus

    Sempat tak ada kabar, nama John kembali mencuat pada Agustus 2008. Saat itu, John dan adiknya Tito Refra ditangkap anggota Brimob dan Detasemen Khusus (Densus) 88 di Desa Ohoijang, Kota Tual, Maluku Tenggara.

    John dan Tito diduga menganiaya dua pemuda Maluku bernama Charles Refra dan Remi Refra. Parahnya, kakak beradik ini tak segan memutus jari kedua pemuda tersebut.

    Dalam kasus ini, John dan sang adik tidak lagi 'licin'. Keduanya divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Surabaya dengan hukuman delapan bulan penjara.
     

    John Kei Terlibat Peristiwa Ampera Berdarah

    Hukuman 8 bulan penjara tak membuat John jera. John kembali terlibat pada peristiwa Ampera Berdarah pada April 2010.

    Kelompok John terlibat dengan massa Thalib Makarim dari Ende di klub Blowfish. Dalam peristiwa ini, dua anak buah John tewas.

    Tak sampai di situ, konflik kedua kelompok ini berlanjut hingga di area Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada September 2010, saat sidang perkara Blowfish digelar. Dua anak buah John kembali tewas dalam persitiwa ini.

    Bahkan, adik John, Tito Refra tertembak di bagian dada. Beruntung, Tito selamat karena peluru tidak menembus jantung.
     

    John Kei Dalang Pembunuhan Pengusaha Ayung

    Puncak kebrutalan John terlihat dalam kasus pembunuhan pengusaha Tan Harry Tantono alias Ayung. Ayung dibunuh di dalam kamar Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat, pada Januari 2012.

    John dan anak buahnya tega menghabisi Ayung dengan 32 luka tusukan di pinggang, leher, dan perut. Sadisnya, John berada di kamar dan mengamati langsung cara anak buahnya membunuh Ayung.

    Dalam kasus ini, John dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Dia divonis 12 tahun penjara pada akhir 2012.

    Vonis tersebut lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum, yakni pidana penjara 14 tahun. Namun, pada Juli 2013, Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman John Kei dari 12 tahun menjadi 16 tahun penjara.

    Pada 2014, John dipindahkan dari Rumah Tahanan Negara Salemba Jakarta ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
     

    John Kei Terlibat Kerusuhan di Nusakambangan

    Masa hukuman di lapas ekstrem tak menghentikan 'jalan hitam' John. Dia kembali terlibat dalam kerusuhan di Lapas Nusakambangan pada November 2017.

    Seorang tahanan, anak buah John, Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Ondy Bin Robert Freddy Siburian tewas. Sedangkan tiga lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut.

    Kerusuhan ini dimulai dengan penyerangan dari narapidana kasus terorisme terhadap narapidana kasus pidana umum, sasarannya John. Penyerangan itu diduga aksi balas dendam karena narapidana terorisme atas nama Tomy dipukuli oleh kelompok lain pada malam sebelumnya.

    Sepuluh orang dari kamar 4, 5, dan 8 menyerang sel John di Blok Tempo kamar 1. Penyerangan ini membuat John mengalami luka di pelipis kiri dan telapak tangan kiri sobek.

    Tak hanya John, terpidana lain, yaitu Wendriyanto Wartabone dan Muhammad Azrul Sidik yang menghuni Blok Tempo kamar 3 menjadi sasaran penyerangan tersebut. Tak terima, warga binaan kelompok John akhirnya melakukan serangan balik.

    Kerusuhan akhirnya pecah. Petugas lapas kemudian mengunci kelompok penyerang dalam Blok Tempo kamar 4. John akhirnya bisa diselamatkan dari kamarnya dan massa berhasil dikendalikan.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id