Pemidanaan Korporasi untuk Menyehatkan Perusahaan

    Fachri Audhia Hafiez - 06 Agustus 2020 15:20 WIB
    Pemidanaan Korporasi untuk Menyehatkan Perusahaan
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Pakar hukum pidana Universitas Parahyangan Agustinus Pohan menilai pemidanaan korporasi bukan bertujuan mematikan perusahaan. Melainkan mencegah korporasi dikotori perilaku koruptif.

    "Korporasi itu bisa sehat, menopang perekonomian negara dengan baik, itu harapannya," kata Pohan dalam diskusi diskusi virtual bertajuk 'Pencucian Uang, Pidana Korporasi, dan Penanganan Korupsi Lintas Negara', Kamis, 6 Agustus 2020.

    Pemidanaan akan memperkokoh perusahaan untuk bergerak tanpa disusupi korupsi. Sehingga korporasi akan lebih sehat dalam persaingan bisnis.

    "Karena korporasi-korporasi kita itu perilakunya buruk atau punya budaya kriminal. Ya tentu tidak semua, tapi sebagian," imbuh Pohan.

    Menurut dia pemidanaan korporasi lebih adil ketimbang sekadar menjerat pelaku perorangan. Perusahaan akan mudah mencari pengganti pihak terjerat korupsi, tetapi tak ada pembenahan di dalamnya.

    "Apalagi kalau kita melihat orang-orang yang kita kejar dan jerat itu sekadar profesional yang setiap waktu bisa diganti. Dia dipenjara, ganti lagi," ujar Pohan.

    Baca: Pemidanaan Koruptor Mesti Fokus Ganti Rugi ke Negara

    Bila kasus yang menjerat perorangan termasuk skala besar, tidak adil ketika pelaku juga dikenakan denda dengan nilai fantastis. Pohan mengatakan, hukuman denda bahkan nilainya tidak sebanding dengan kemampuan finansial pelaku. 

    Negara akan lebih diuntungkan dengan menjerat langsung korporasi. Karena dari segi finansial, perusahaan lebih berpotensi mengembalikan hukuman denda berupa uang.

    "Korporasi bisa lebih kaya dibandingkan dengan orang perorangan," ujar Pohan.

    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id