Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara Dijerat Pasal Berlapis

    Siti Yona Hukmana - 30 Mei 2020 04:39 WIB
    Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara Dijerat Pasal Berlapis
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Polisi menjerat Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara, Ruslan Buton, dengan pasal berlapis. Ruslan mengakui telah menulis surat terbuka yang meminta Presiden Joko Widodo mundur dan mengancam melakukan makar.

    "Pasal berlapis, ancamannya penjara dua tahun sampai enam tahun," kata Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadahan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 29 Mei 2020.

    Ruslan disangkakan melanggar Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transkasi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 207 KUHP.

    Ruslan ditangkap di kediamannya yang beralamat di Wabula, Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis, 28 Mei 2020 sekitar pukul 10.30 WIB. Penangkapan Ruslan merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi (LP) Nomor 271 pada 22 Mei 2020.

    "Penangkapan dilakukan oleh tim Bareskrim Polri dan Polda Sultra juga dibantu Polres Buton, dengan barbuk satu handphone milik tersangka dan KTP," ujar Ahmad.

    Eks Anggota TNI AD itu langsung diinterogasi penyidik. Dia mengakui surat terbuka berupa rekaman suara yang meminta Presiden Joko Widodo mundur adalah murni suaranya.

    "Tersangka mengakui rekaman suara itu dibuat pada 18 Mei 2020 dengan menggunakan handphone milik tersangka yang didistribusikan ke dalam grup WhatsApp Serdadu Ekstrem Trimata," ungkap Ahmad.

    Baca: Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara Ditangkap

    Ruslan kini digiring ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan dari Buton. Kasus Ruslan ditangani penyidik Bareskrim Polri.

    "Pendalaman tentang peran RB akan dilanjutkan oleh penyidik Bareskrim Polri setelah tersangka tiba di Jakarta," ucapnya.

    Ruslan membuat surat terbuka meminta Jokowi mundur dari jabatannya. Dia bahkan mengancam melakukan revolusi rakyat jika Jokowi tak kunjung melepas jabatannya. Surat terbuka berupa rekaman suara itu heboh di kalangan masyarakat.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id