Begini Kronologi Pengungkapan 1,129 Ton Sabu Jaringan Timur Tengah

    Kautsar Widya Prabowo - 14 Juni 2021 13:41 WIB
    Begini Kronologi Pengungkapan 1,129 Ton Sabu Jaringan Timur Tengah
    Barang bukti narkoba dari kasus penyelundupan sabu jaringan Timur Tengah dipamerkan di Polda Metro Jaya, Senin, 14 Juni 2021. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo



    Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap peredaran 1,129 ton narkoba jenis sabu jaringan Timur Tengah. Tim mulai mengendus peredaran barang haram itu pada Mei 2021. 

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan awalnya penyelidikan dilakukan Polres Metro Jakarta Pusat dengan menangkap dua kurir narkoba, NR dan A. Dari keduanya, 393 kilogram (kg) sabu disita.

     



    "Hasil monitoring dan analisis data para tersangka yang sudah ada, ditemukan sel jaringan AS alias AC yang tinggal di wilayah Jawa Barat. Selanjutnya tim fokus membuntuti yang bersangkutan untuk mengetahui aktivitas, sambil menganalisis data yang dilakukan dengan pengendali, termasuk yang berada di luar negeri," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 14 Juni 2021. 

    Menurut dia, tim mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba di Kompleks Ruko Pasar Modern Bekasi Town Square Margahayu, Bekasi Timur, Jawa Barat. Sebanyak dua orang dibekuk, yakni AS dan HW. Sabu seberat 511 kg disita dari lokasi. 

    Baca: Polisi Ungkap Penyelundupan 1,129 Ton Sabu Jaringan Timur Tengah

    Tim mengembangkan perkara berdasarkan keterangan para tersangka. Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cilegon, NW, dibekuk. Ia berperan menginstruksikan AS mengedarkan barang haram. Sebanyak dua warga negara Nigeria, penghuni LP Cilegon, yakni CSN dan UCN, juga ditangkap.

    "Hasil analisis dan interogasi terhadap para tersangka diketahui bahwa pengendali utama adalah OC diduga sebagai warga negara Nigeria yang dalam perkara ini dijadikan sebagai DPO (daftar pencarian orang)," jelas dia.

    Dalam perkembangannya, Satgas meringkus kurir, AK, di sekitar Apartemen Bassura City, Jakarta Timur. Dari tangan AK, polisi menyita ransel dan koper berisi 50 kg sabu. 

    Berdasarkan hasil interogasi terhadap AK, polisi mendapatkan informasi narkotika tersebut diambil dari Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat. Tim lalu menyita satu mobil yang diduga milik penghuni Apartemen Green Pramuka, H. Dari kamar H, empat koper berisi sabu seberat 175 kg ditemukan. 

    "Total keseluruhan barang bukti narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan Satgas Polda Metro Jaya dari beberapa TKP (tempat kejadian perkara) adalah sebanyak 1,129 ton," terang dia.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id