Polisi Diminta Segera Tindaklanjuti Proses Hukum Abu Janda

    Juven Martua Sitompul - 12 Februari 2021 13:44 WIB
    Polisi Diminta Segera Tindaklanjuti Proses Hukum Abu Janda
    Ilustrasi Medcom.id.



    Jakarta: Polri diminta menindaklanjuti laporan terkait dugaan rasis Permadi Arya alias Abu Janda kepada mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Laporan dilayangkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan nomor STTL/30/I/2021/Bareskrim pada 28 Januari 2021.

    Ketua DPP KNPI Wellem Ramandei menilai sikap Abu Janda di media sosial jelas bermuatan rasis dan rentan memecah belah bangsa. Salah satu dugaan unsur rasisme itu ada dalam cuitan akun Twitter @permadiaktivis1 yang diduga milik Abu Janda.






    "Dasar negara kita Pancasila. Maka, tidak ada tempat bagi mereka yang menyuarakan kebencian kepada salah satu ras tertentu. Kami mengecam keras tindakan rasis kepada siapa pun dalam bentuk apa pun," kata Wellem dalam jumpa pers bertajuk 'Stop Racism: We Love Indonesia' yang digelar di Kantor DPP KNPI, Jakarta, Kamis, 11 Februari 2020.

    Dia memastikan KNPI tidak akan mencabut laporan meski Abu Janda sudah bertemu dengan Natalius Pigai. Menurutnya, rasis dalam diri seseorang sulit dihapus karena sudah menjadi bagian dari karakter seseorang.

    Maka itu, kata dia, KNPI berharap kepolisian tidak ragu menindaklanjuti laporan tersebut. Wellem yakin aparat hukum akan bertindak adil dan jika cuitan Abu Janda terbukti bernada rasis.

    Dia juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadikan kasus Abu Janda sebagai momentum merealisasikan janjinya. "Kalau Pak Sigit kemarin bilang hukum akan tajam ke atas, inilah saatnya," tegasnya.

    Baca: Abu Janda - Natalius Pigai Damai, Polisi: Kasus Tetap Berlanjut

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP KNPI Amin Ngabalin mengatakan upaya KNPI melaporkan Abu Janda bertujuan mencegah kasus serupa terjadi. Dia khawatir tindakan rasis meluas dan mengganggu persatuan dan kesatuan.

    Jangan sampai, kata Amin, timbul preseden miring terhadap kepolisian dalam menyikapi persoalan ini. "Kalau ini tidak disikapi, kami jadi warga negara kelas tiga di negara ini. Seakan-akan ada perlakuan istimewa kepada seorang Abu Janda," kata Amin.

    Dia mengatakan DPP KNPI banyak menampung aspirasi-aspirasi dari para pemuda Papua yang ingin ucapan Abu Janda ditindak secara hukum. Bahkan, pemuda di Papua akan melakukan aksi di Papua Barat untuk mengingatkan polisi segera menindaklanjuti laporan terhadap Abu Janda itu.

    "Senin depan para pemusa Papua bergerak di Polda Papua Barat. Aksi tersebut untuk mengingatkan. Tolong lakukan tindakan tegas," kata dia.

    Sebelumnya, Abu Janda dilaporkan KNPI ke polisi. Abu Janda diduga melakukan ujaran rasis terhadap Natalius Pigai lewat akun Twitter-nya.

    Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) atau Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 25 ayat (2) atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Kebencian atau Permusuhan Individu atau Antar Golongan (SARA) juncto Pasal 310 atau Pasal 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id