Operator Politikus Mengaku Terima Sepeda Brompton dari Penyuap Juliari

    Fachri Audhia Hafiez - 01 April 2021 05:59 WIB
    Operator Politikus Mengaku Terima Sepeda Brompton dari Penyuap Juliari
    Sepeda Brompton yang disita KPK/Antara.



    Jakarta: Operator anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus, Agustri Yogaswara alias Yogas, mengakui menerima sepeda Brompton dari Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro Harry Van Sidabukke. Harry merupakan terdakwa penyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara.

    Menurut Yogas, awalnya dia ditawari Harry dan adik anggota DPR fraksi PDI Perjuangan Muhammad Rakyan Ikram alias Iman Ikram untuk bersepeda. Dia menolak ajakan itu lantaran tidak biasa memakai sepeda road bike.






    "Mereka sepedanya road bike saya enggak bisa, ya enggak mampu lah. Saya mengajaknya sepeda lipat saja, tapi saya enggak punya sepeda lipat, yang keren lah Brompton dong," kata Yogas saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Maret 2021.

    Baca: Korupsi Bansos Covid-19 Diulik Lewat 11 Saksi

    Menurut Yogas, dia ditawari Brompton oleh Harry. Yogas tak menolak penawaran itu. Sepeda itu dijanjikan bakal dibayar oleh Yogas.

    "Waktu itu saat saya mau bawa sepedanya (Brompton) saya sempat nanya ke pak Harry. 'Har bagaimana bayarnya?' Harry bilang 'gampang bang bawa saja dulu'," ucap Yogas.

    Jaksa heran dengan keterangan itu. Yogas dicecar untuk menjelaskan terkait pemberian sepeda itu. Dia kukuh pemberian sepeda hanya terkait ingin bersepeda, bukan terkait  dugaan korupsi bantuan sosial (bansos).

    "Tidak, pure untuk ingin sepedaan," ucap Yogas.

    Iman Ikram yang juga hadir di persidangan membenarkan pemberian sepeda dari Harry untuk Yogas. Menurut Iman, ada dua sepeda Brompton yang diterima Yogas.

    "(Saya) enggak pernah terima Brompton. Dua Brompton buat Yogas semua," ucap Iman.

    Pada perkara ini Harry diduga memberikan Rp1,28 miliar kepada Juliari. Uang suap tersebut diduga mengalir ke dua pejabat PPK Bansos Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

    Uang diberikan untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id