Jaksa Ungkap Alasan Tak Menahan Direktur RS UMMI Usai Jadi Tersangka

    Theofilus Ifan Sucipto - 31 Maret 2021 13:07 WIB
    Jaksa Ungkap Alasan Tak Menahan Direktur RS UMMI Usai Jadi Tersangka
    Ilustrasi penahanan. Medcom.id



    Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) mengungkapkan alasan belum menahan Direktur Rumah Sakit UMMI, Bogor, Jawa Barat, Andi Tatat. Andi ditetapkan sebagai tersangka lantaran menutupi status covid-19 mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab.

    "Dokter Andi Tatat menyampaikan surat permohonan agar tidak dilakukan penahanan terhadap dirinya," beber jaksa saat membacakan tanggapan nota keberatan atau eksepsi terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu, 31 Maret 2021.






    Andi masih menjabat sebagai Direktur RS UMMI yang juga rumah sakit rujukan covid-19. Peran Andi sebagai dokter masih diperlukan di tengah pandemi covid-19.

    "Dokter Andi Tatat merupakan seorang dokter yang masih melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya," papar jaksa.

    Jaksa menegaskan penangguhan penahanan Andi karena alasan kemanusiaan. Namun, bukan berarti perkara disetop.

    "Walaupun tidak ditahan, perkara dokter Andi Tatat tetap kami limpahkan ke pengadilan," ujar jaksa.

    Terdakwa pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Muhammad Rizieq Shihab dan istrinya, Syarifah Fadhlun Yahya, terkonfirmasi pernah terpapar covid-19. Permasalahan hukum terjadi karena Direktur Utama Rumah Sakit UMMI, Bogor, Jawa Barat, Andi Tatat, tidak langsung melaporkan data itu ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Bogor.

    (Baca: Kronologi Status Positif Covid-19 Rizieq Versi Dakwaan)

    Tim MER-C memeriksa Rizieq karena merasa kurang enak badan pada 23 November 2020. Tim MER-C juga melakukan tes usap antigen.

    "Didapatkan hasil terdakwa (Rizieq) positif covid-19," kata jaksa saat membacakan dakwaan, Jumat, 19 Maret 2021.

    Kemudian, terjadi kegaduhan di masyarakat soal kondisi Rizieq. Andi Tatat baru memberi pernyataan di salah satu stasiun televisi pada 26 November 2020 dan diunggah ke Youtube.

    “Alhamdulilah tidak mengarah ke covid-19, memang beliau ada riwayat pasien RS UMMI jadi beliau ke sini,” kata Andi.

    Klarifikasi berikutnya diunggah di Youtube RS UMMI Official pada 29 November 2020 berjudul “Testimoni IB HRS untuk Pelayanan RS UMMI". Video berisi pernyataan Rizieq telah kembali ke rumah.

    Jaksa menilai informasi itu bisa membuat keonaran di kalangan masyarakat. “Dengan berpura-pura bahwa terdakwa seolah-olah tidak dalam kondisi terinfeksi virus covid-19,” kata jaksa.

    Andi disangkakan melanggar Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216  KUHP jo. Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id