KPK Mengulik Peran DPR dalam Proyek Bansos Kemensos

    Candra Yuri Nuralam - 27 Januari 2021 12:08 WIB
    KPK Mengulik Peran DPR dalam Proyek Bansos Kemensos
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Kepala Bagian Sekretariat Komisi VIII DPR Sigit Bawono Prasetyo. Lembaga Antikorupsi mendalami kerja sama DPR dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020.

    "Saksi Sigit Bawono Prasetyo didalami pengetahuannya terkait tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Komisi VIII DPR yang bermitra kerja dengan Kemensos," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu, 27 Januari 2021.






    Selain itu, KPK mendalami tahapan perencanaan dan penganggaran proyek pengadaan bansos di Kemensos. Keterangan itu didapat dari pemeriksaan staf ahli menteri Kemensos Restu Hapsari yang diperiksa sebagai saksi.

    Ali enggan membeberkan informasi lebih dalam terkait dengan pemeriksaan kedua saksi. KPK menjaga kerahasian proses penyidikan.

    Baca: Keterangan Saksi Diharap Bantu Bongkar Korupsi Bansos

    Sebelumnya, Restu berharap keterangannya bisa membatu penyidik membongkar ihwal pemufakatan jahat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bansos di Jabodetabek pada 2020.

    "Ya ada banyak pertanyaan, tapi pasti karena saya membantu supaya KPK bisa melakukan pemeriksaan dengan baik saja," kata Restu usai diperiksa.

    Dia tidak mengingat total pertanyaan yang dicecar penyidik. Dia juga enggan membeberkan pertanyaan penyidik soal kasus dugaan korupsi bansos.

    Dia mengaku penyidik hanya bertanya terkait pekerjaannya di Kemensos. Semua kesaksiannya sudah dicatat dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

    Baca: Dalami Dugaan Korupsi Bansos, KPK Panggil Pejabat di DPR

    Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 di Jabodetabek pada 2020. Kasus ini menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke.

    Para tersangka telah ditahan masing-masing selama 20 hari. Penahanan dilakukan untuk memperdalam penyidikan kasus tersebut.

    KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus adanya pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.

    Penyerahan uang dilakukan pada Sabtu dini hari, 5 Desember 2020. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil.

    Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

    Matheus dan Adi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

    Sementara itu, Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id