comscore

Kejagung Mulai Periksa Militer di Kasus Satelit Pekan Depan

Tri Subarkah - 29 Januari 2022 12:31 WIB
Kejagung Mulai Periksa Militer di Kasus Satelit Pekan Depan
Kejaksaan Agung. Foto: MI
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memeriksa pihak militer sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Satelit Slot 123 Derajat Bujur Timur di Kementerian Pertahanan (Kemhan). Pemeriksaan akan dilakukan pekan depan.

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Febrie Adriansyah mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Jaksa Agung Muda Pidana Militer (JAM-Pidmil) dan Pusat Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI pada Jumat, 28 Januari 2022. Pertemuan itu membahas pemeriksaan saksi dari unsur militer, termasuk para purnawirawan.
Pertemuan tersebut juga membahas tempat pemeriksaan. Febrie tidak menyoalkan lokasi pemeriksaan para saksi militer.

"Kalau tempat sih enggak ada masalah, yang paling penting penyidik dapat keterangan sehingga dapat kepastian untuk proses selanjutnya," ujar Febrie di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Jumat malam, 28 Januari 2022.

Baca: Kasus Satelit Kemhan, Kejagung Koordinasi dengan Polisi Militer

Sementara itu, Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Supardi menyebut pihaknya sudah memanggil tiga saksi dari unsur militer. Namun, Supardi masih enggan meyebutkan identitas ketiga saksi.

Berdasarkan pemberitaan Media Indonesia sebelumnya, dua dari tiga calon saksi itu adalah purnawirawan jenderal TNI Angkatan Laut (AL). Keduanya adalah Laksamana Pertama (Purn) Listyanto dan Laksamana Muda (Purn) Leonardi.

Listyanto dan Leonardi masing-masing akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Pusat Pengadaan dan mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan. Surat panggilan Listyanto teregister dengan Nomor SPS-273/F.2/Fd.2/01/2022 pada 24 Januari 2022. Sedangkan surat panggilan Leonardi bernomor SPS-274/F.2/Fd.2/01/2022.

Supardi mengungkap saat perkara dugaan rasuah satelit terjadi antara 2015-2021, Listyanto dan Leonardi masih militer aktif. Satu saksi lain dari unsur militer sampai kini belum terungkap identitasnya.

Pemeriksaan pihak militer dipastikan tidak dilakukan di Gedung Bundar Kejagung. Namun, mereka tetap akan diperiksa oleh penyidik JAM-Pidsus. "Nanti (pemeriksaannya) bisa di Pidmil, bisa di Pom (Puspom)," terang Supardi.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id