Novel Heran Pertanyaan Jaksa Tak Terkait Fakta Penyerangan

    Fachri Audhia Hafiez - 19 Mei 2020 02:40 WIB
    Novel Heran Pertanyaan Jaksa Tak Terkait Fakta Penyerangan
    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Foto: ANT/Dhemas Reviyanto
    Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan jaksa penuntut umum sempat melontarkan pertanyaan yang tidak terkait fakta peristiwa. Pertanyaan berupa analisis yang mesti dijawab Novel saat menghadiri persidangan dua terdakwa penyerangnya, Kamis, 30 April 2020.

    "Jaksa bertanya kepada saya pertanyaannya menurut saya aneh gitu. Walaupun itu bukan pertanyaan terkait dengan fakta tapi lebih kepada analisis tapi saya jawab," kata Novel dalam diskusi virtual, Senin, 18 Mei 2020.

    Pertanyaan tersebut terkait analisis Novel ketika seorang penyidik didatangi pelaku kejahatan. Jaksa menanyakan apa yang dilakukan Novel saat berada dalam posisi tersebut.

    Novel mesti melihat dari dua perspektif. Pertama, ia akan uji keterangan pelaku dengan bukti-bukti.

    "Karena saya harus melihat bahwa siapa tahu dia adalah orang yang insaf dan kemudian bertobat untuk mau mengakui dan kemudian menyesali dari perbuatannya itu," ujar Novel.

    Kedua, Novel mengaku akan merasa khawatir ketika pelaku tersebut punya maksud atau tujuan lain. Misalnya, disuruh seseorang atau kelompok tertentu untuk pasang badan agar pelaku sebenarnya tidak terungkap.

    "Hal yang kedua ini saya khawatirkan. Oleh karena itu saya bersama dengan kuasa hukum setelah persidangan dengan mengamati banyak hal-hal yang janggal," ucap Novel.

    Baca: Novel Sebut Saksi Penting Tak Dihadirkan di Persidangan

    Menurut Novel, sepanjang persidangan terdapat hal-hal yang janggal. Mulai dari cairan air keras yang disebut air aki atau asam sulfat (H2SO4). Kemudian alat bukti yang diduga berusaha dihilangkan dan saksi fakta tak lengkap untuk dihadirkan di persidangan.

    "Melihat dalam persidangan itu memang sepertinya sedang diarahkan untuk membuat suatu kesimpulan seolah-olah penyerangan kepada saya ini dilakukan dengan motif pribadi," ujar Novel.

    Novel diserang Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette pada Selasa, 11 April 2017. Kedua penyerang didakwa melakukan penganiyaan berat kepada Novel secara bersama-sama dan direncanakan. Perbuatan itu berupa menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) ke badan dan muka Novel.

    Perbuatan Ronny dan Rahmat membuat Novel mengalami luka berat. Novel mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri. Luka itu berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.

    Ronny dan Rahmat didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) atau 353 ayat (2) atau 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id