Taufik Hidayat Kasih Rp2 Miliar ke Asisten Imam Nahrawi

    Sri Yanti Nainggolan - 21 Februari 2020 17:51 WIB
    Taufik Hidayat Kasih Rp2 Miliar ke Asisten Imam Nahrawi
    Terdakwa kasus dugaan suap terkait pengurusan proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi, Imam Nahrawi (kedua kiri). Foto: Antara/Puspa Perwitasari
    Jakarta: Asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, disebut menerima uang Rp2 miliar dari eks atlet bulutangkis Taufik Hidayat. Hal ini diungkap dalam sidang perkara suap dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi mantan Menpora Imam Nahrawi.

    "Iya, saya dengar itu (uang Rp2 miliar) diberikan (Taufik) pada Ulum," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Tahun 2017, Chandra Bakti, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat, 21 Februari 2020.

    Hal ini didengar Chandra dari Manajer Pencairan Anggaran Program Satlak Prima, Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok. Dalam berita acara persidangan (BAP) Chandra, Ucok pernah dimintai uang oleh Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima, Tommy Suhartono. Uang itu rencananya diberikan kepada Imam.

    Ucok mengonfirmasi hal itu dan langsung dibenarkan Staf Khusus Menpora Zainun. Ucok kemudian menyerahkan uang tersebut kepada Taufik, wakil ketua Satlak Prima saat itu. Taufik lalu memberikan uang tersebut kepada Ulum.

    Chandra juga mengaku tahu cerita tersebut dari Ucok yang bermasalah dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2016. BPK menemukan anggaran yang tak bisa dipertanggungjawabkan dan meminta penjelasan Ucok.

    "Waktu itu seingat saya, untuk Ucok, sekitar Rp10 miliar," ujar Chandra yang menggantikan posisi Ucok sebagai PPK.

    Taufik Hidayat Kasih Rp2 Miliar ke Asisten Imam Nahrawi
    Mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul

    Taufik Hidayat sempat jadi sorotan dan diduga masuk pusaran kasus yang menjerat Imam Nahrawi. Namanya muncul dalam dakwaan Miftahul.

    Taufik disebut menyalurkan uang yang berasal dari Satlak Prima Rp1 miliar akhir 2017. Duit diambil dari Miftahul di rumah Taufik.

    Baca: Taufik Hidayat Jadi 'Pengepul' Uang Imam Nahrawi

    Imam Nahrawi didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp11,5 miliar. Suap diterima dari mantan Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Johnny E Awuy.
     
    Pemberian uang itu sebagai komitmen fee pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora pada anggaran 2018. Salah satunya, untuk kegiatan pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi pada Multi Event Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

    Baca: Taufik Hidayat Disebut Dalam Sidang Kasus Suap Kemenpora

    Penetapan tersangka Imam hasil pengembangan dari perkara lima tersangka. Mereka ialah Ending Fuad Hamidy, Jhonny E Awuy, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Pumamo, dan Staf Kemenpora Eko Tryanto. Kelimanya divonis bersalah di pengadilan tingkat pertama.
     
    Imam didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id