Kejaksaan Agung Teliti Calon Hakim MK

Ilham wibowo - 12 Juli 2018 12:46 wib
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Medcom.id/Lukman Diah Sari..
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Medcom.id/Lukman Diah Sari..

Jakarta: Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan pihaknya akan membantu panitia seleksi (Pansel) calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Hingga kini, ada sembilan nama calon yang diproyeksikan menggantikan hakim Maria Farida Indrati.
 
"Sedang diteliti, memang ada Pansel yang meminta informasi tentang rekam jejak para calon hakim MK itu," ujar Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.
 
Ia mengatakan, Kejagung punya instrumen untuk melakukan pendalaman latar belakang calon hakim MK tersebut. Seluruh calon bakal dipastikan bebas dari masalah hukum sebagai rekomendasi penilaian.
 
"Kami sedang lakukan pendalaman. Saya ini yang punya kapasitas untuk melakukan penelitian pendalaman, teliti sebelum dipenuhi, jadi kita tidak akan asal-asalan melakukan rekomendasi," ungkapnya.
 
Sebelumnya, Ketua Pansel calon hakim MK Harjono mengatakan tak hanya meminta masukan Kejaksaan Agung, pihaknya juga meminta masukan dari Komisi Yudisial (KY), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Intelijen Negara (BIN), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
"Itu yang kami tempuh untuk sumber-sumber formal. Sumber-sumber yang lain perorangan, media bisa memberikan masukan kepada calon yang sudah kami seleksi," kata Harjono.
 
Harjono menegaskan, upaya Pansel Hakim MK menemui sejumlah lembaga untuk memastikan calon yang duduk sebagai hakim adalah orang berintegritas dan mampu menjaga marwah MK.

Baca: KPK Diminta Telusuri Rekam Jejak Calon Hakim MK

Sembilan calon yang telah lolos seleksi yakni mantan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Anna Erliyana, pengajar ilmu hukum tata negara UGM Enny Nurbaningsih, pengajar ilmu hukum tata negara Universitas Surabaya Hesti Armiwulan, pengajar ilmu hukum tata negara Universitas Pattimura Jantje Tjiptabudy.
 
Kemudian, wakil ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Lies Sulistiani, profesor hukum tata negara UII Ni'matul Huda, guru besar ilmu hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ratno Lukito, pengajar ilmu hukum tata negara UNPAD Susi Dwi Harijanti, dan mantan anggota Komisi Yudisial Taufiqurrohman Syahuri.
 
Sembilan calon hakim MK itu akan mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, pada Rabu 11 Juli. Usai tes kesehatan, mereka akan menjalani seleksi wawancara pada 30-31 Juli 2018 hingga kemudian nama yang lolos diserahkan ke presiden pada awal Agustus.


(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.