Kejaksaan Agung Tolak Lanjutkan Kasus Sarang Walet Novel

    Jufriansyah - 09 Januari 2020 15:34 WIB
    Kejaksaan Agung Tolak Lanjutkan Kasus Sarang Walet Novel
    OC Kaligis menggugat Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Bengkulu. Foto: Medcom.di/Jufriansyah
    Jakarta: Kejaksaan Agung menolak melimpahkan kasus dugaan penganiayaan Novel Baswedan pada pencuri sarang burung walet ke Pengadilan Negeri Bengkulu. Kejaksaan mempertimbangkan asas keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan.

    "Mediasi sudah tadi, ditolak sama Jaksa Agung. Deadlock (buntu)," kata penggugat OC Kaligis usai sidang mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 9 Januari 2020.

    OC Kaligis kecewa dengan keputusan itu. Dia menyebut mestinya pertimbangan asas keadilan juga berlaku bagi korban. 

    "Dasarnya itu bukan demi keadilan, orang dibunuh lho. Empat ditembak. Apa itu tidak melanggar rasa keadilan kalau perkaranya diendapkan oleh Jaksa Agung yang baru?" kata OC Kaligis.

    OC Kaligis tetap melanjutkan perkara ini ke tahap selanjutnya. Dia yakin bisa menyeret Novel ke pengadilan. 

    "Kita di sidang saja, kita selesaikan di pengadilan karena bukti-bukti cukup," kata OC Kaligis.

    Novel diduga menembak pencuri sarang burung walet pada 2004. Saat itu, Novel menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu.
     
    Kasus ini sempat kembali ramai ketika Novel menangani kasus proyek simulator SIM pada 2012. Namun, Jaksa Agung saat itu M Prasetyo menghentikan kasus tersebut pada 2017 dengan menerbitkan Surat Keterangan Penghentian Penuntutan (SKPP).
     
    Surat itu tercatat dengan nomor B.03/N.7.10/Ep.1/02/2016. Dalam surat itu tercatat kasus Novel dihentikan dengan alasan kurang bukti.
     
    Tak berapa lama, sejumlah orang mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Bengkulu. Dalam sidang itu, hakim mengabulkan gugatan praperadilan dan meminta kasus Novel dilanjutkan.
     
    Kaligis kemudian menggugat Novel ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 6 November 2019. Ada enam petitum yang diajukan Kaligis, yakni mengabulkan gugatan yang diajukan penggugat untuk seluruhnya, dan menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum karena tidak melaksanakan isi putusan praperadilan Pengadilan Negeri Bengkulu No. 2 Pid.Pra/2016/PN.Bgl, tertanggal 31 Maret 2016.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id