Dua Pegawai BPK Kembalikan Duit Terkait Proyek SPAM

    Faisal Abdalla - 15 Oktober 2019 01:02 WIB
    Dua Pegawai BPK Kembalikan Duit Terkait Proyek SPAM
    Juru bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Dua pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengembalikan sejumlah uang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang itu diduga terkait kasus suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    "Jumlah total pengembalian adalah Rp700 juta," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    KPK menduga uang itu diberikan oleh PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) terkait proyek SPAM. Uang itu disinyalir diberikan melalui perantara.

    Setelah dikembalikan, uang tersebut kemudian disita dan masuk dalam berkas perkara terkait. KPK masih mendalami dugaan penerimaan lain oleh pegawai BPK terkait dengan perkara ini.

    KPK memandang pengembalian uang ini sebagai bentuk sikap kooperatif. Komisi Antirasuah akan mempertimbangkan sikap ini sebagai faktor yang meringankan.

    "Kami ingatkan agar pihak lain yang pernah menerima uang terkait proyek SPAM tersebut agar bersikap kooperatif dan mengembalikan uang ke KPK," ujar Febri.

    KPK sebelumnya menetapkan anggota BPK Rizal Djalil dan Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo sebagai tersangka kasus proyek SPAM di Kementerian PUPR. Ihwal suap ini terjadi saat Direktur SPAM mendapatkan pesan adanya permintaan uang terkait pemeriksaan yang dilakukan BPK Rp2,3 miliar.

    Rizal menginformasikan bakal ada satu pihak yang mewakilinya bertemu Direktur SPAM. Perwakilan Rizal selanjutnya datang dan menyampaikan ingin ikut serta dalam pelaksanaan atau kegiatan proyek di lingkungan Direktorat SPAM.

    Proyek yang diminati ialah proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. Permintaan itu disanggupi, proyek SPAM Hongaria dikerjakan PT Minarta Dutahutama.

    Sebagai timbal balik, Leonardo melalui perantara menyampaikan akan menyerahkan uang Rp1,3 miliar dalam bentuk Dolar Singapura untuk Rizal. Uang SGD100,000 dalam pecahan SGD1.000 akhirnya diserahkan kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga di parkiran sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

    Rizal sebagai pihak penerima disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Leonardo sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id