Jokowi Perintahkan Penyelamatan Dana Nasabah Jiwasraya

    Desi Angriani - 15 Januari 2020 08:38 WIB
    Jokowi Perintahkan Penyelamatan Dana Nasabah Jiwasraya
    Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Presiden Joko Widodo memerintahkan penyelamatan dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Langkah penyelamatan kasus gagal bayar diamanatkan pada sejumlah menteri. 

    "Arahan Presiden kepada Menteri BUMN (Erick Thohir) dan Menteri Keuangan (Sri Mulyani) agar dipertimbangkan langkah-langkah terukur memenuhi penyelamatan dana nasabah," kata juru bicara Presiden Fadjroel Rachman di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

    Pemerintah menjamin kerugian finansial yang ditanggung nasabah melalui skema penyelamatan holdingisasi BUMN asuransi maupun penjualan aset. Pembayaran dana nasabah diharapkan dimulai tahun ini.

    "Terhadap kepentingan masyarakat yang terkait dengan kerugian finansial," tutur dia. 

    Fadjroel menegaskan penegakan hukum terhadap kasus asuransi pelat merah itu mesti dilakukan tanpa pandang bulu. Presiden mengapresiasi keputusan Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka.

    "Hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya karena Republik Indonesia adalah negara hukum bukan negara kekuasaan," kata dia. 

    Jiwasraya melakukan rekayasa laporan keuangan sejak 2006 demi memperoleh izin penjualan produk JS Saving Plan. Asuransi pelat merah itu banyak menempatkan 95 persen dana investasi di saham-saham gorengan.

    Berdasarkan dugaan awal, total dana yang diinvestasikan di saham sampah tersebut mencapai Rp5,7 triliun atau 22,4 persen dari total investasi Jiwasraya.

    Sebanyak 98 persen dari dana investasi di reksa dana atau senilai Rp14,9 triliun juga dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan-perusahaan manajer investasi dengan kinerja buruk. 

    Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara Rp13,7 triliun hingga Agustus 2019. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen.

    Kejagung akhirnya menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Kelimanya yakni mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.

    Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undnag-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.






    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id