KLHK Gandeng Kemenlu Jerat Perusahaan Asing Pembakar Hutan

    Kautsar Widya Prabowo - 03 Oktober 2019 07:59 WIB
    KLHK Gandeng Kemenlu Jerat Perusahaan Asing Pembakar Hutan
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. ANT/Dhemas Reviyanto.
    Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bergerak cepat menindak pelaku pembakar hutan. Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar telah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait 20 perusahaan asing yang terjerat kasus kebakaran hutan dan lahan.

    "Sudah ada pembicaraan dengan Menlu mengenai hal tersebut. Namun pembicaraannya masih berupa informal saja belum ada notifikasi secara resmi dari KLHK kepada Kemenlu," ujarnya di Gedung KLHK, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2019. 

    Siti akan terus berkoordinasi dengan Menlu Retno jika menemukan kasus serupa. Dua kementerian itu akan bekerja sama dalam penindakan perusahaan asing nakal itu.

    "Saya kira kita perlu adil dimana perlu ada identifikasi masalah untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi. KLHK baru mengindikasikan kepada Menlu bahwa ada kejadian (perusahaan asing) tersebut," ujarnya.

    Sebelumnya, Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLKH Rasio Ridho Sani mengatakan sebanyak 64 lahan terbakar telah disegel. Lahan itu dimiliki 20 perusahaan asing yang didominasi dari Singapura dan Malaysia.

    "Jumlah ini akan bertambah karena masih ada tim yang bertugas," katanya.

    Lahan tersebut tersebar di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Terdiri atas 47 lahan kelapa sawit, 13 hutan alam, tiga hutan tanaman industri (HTI), dan satu lahan restorasi. Total luas lahan yang terbakar mencapai 14.343 hektare.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id