Polisi Dalami Sketsa Wajah Pelaku Teror Pimpinan KPK

    Ilham Pratama Putra - 15 Januari 2019 01:49 WIB
    Polisi Dalami Sketsa Wajah Pelaku Teror Pimpinan KPK
    Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
    Jakarta: Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami kasusu teror yang dialamatkan pada dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Laode M Syarif.

    Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan sketsa wajah dan sidik jari di bom pipa yang ditujukan ke rumah Agus menjadi kunci terungkapnya identitas pelaku.

    "Begitu juga di tas yang digantung itu, masih didalami," kata Dedi di Mabes Polri, Senin, 14 Januari 2019.

    Dia bilang untuk sketsa wajah mesti dilakukan pengecekan berulang-ulang dan perlu keterangan para saksi. "Itu tidak bisa sekali, dua kali. Harus berulang kali. Harus diklarifikasi lagi bentuk mukannya seperti apa ke saksi," tutur dia.

    Sementara untuk sidik jari yang melekat pada botol molotov di rumah Laode tengah diselidiki tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polri. Dedi mengungkapkan masih banyak kendala yang ditemui.

    "Setelah dilakukan metode yang dimiliki Inafis, botol itu ada kendala ditemui, tapi masih diupayakan. Sudah terlalu banyak pihak rumah yang memegang," kata Dedi.

    Selain itu botol yang tersiram air juga menjadi kendala. Dedi menuturkan perlu teknik tertentu yang dimiliki Inafis untuk mencari sidik jari itu.

    "Masih butuh teknologi penguapan, untuk mendeteksi sidik jari. Masih butuh kesabaran dan harus detil," pungkas Dedi.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id