Jasad Pelaku Bom di Filipina Sulit Diidentifikasi

    Lukman Diah Sari - 11 Februari 2019 14:42 WIB
    Jasad Pelaku Bom di Filipina Sulit Diidentifikasi
    Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
    Jakarta: Tim verifikasi Mabes Polri masih berada di Filipina, untuk mengecek jasad pelaku bom yang diduga warga negara Indonesia (WNI). Tim kesulitan mengidentifikasi karena tubuh pelaku telah hancur akibat ledakan bom.

    "Tubuh pelaku betul-betul hancur. Karena itu high explosive, (jasad pelaku) jadi serpihan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

    Dedi menerangkan, tim verifikasi harus bisa menemukan DNA dari sisa serpihan tubuh pelaku. Tak sampai di situ, kata Dedi, setelah DNA didapat proses identifikasi masih panjang.

    "Siapa yang memiliki garis DNA ini terhadap yang diduga. Kita juga harus menemukan pihak keluarga, siapa orang tuanya," jelasnya.

    Selain itu, lanjut Dedi, harus didapat juga DNA pembanding. Bila sudah didapat kesesuaian, baru bisa dipublikasi apakah benar jasad pelaku bom tersebut WNI atau bukan.

    Baca juga: Polri Siapkan Tim Bantu Investigasi Keterlibatan WNI di Bom Filipina

    Saat ini, Dedi mengaku belum mendapatkan DNA pembanding. Pihaknya bersama kepolisian Filipina masih melakukan investigasi.

    "Lima tersangka yang menyerahkan diri sedang diinterogasi untuk memastikan dua orang ini," tandasnya.

    Sebelumnya, Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte dan Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana pada beberapa kesempatan menyebutkan mengacu pada Data Intelijen Filipina, ada kemungkinan pelaku pemboman berasal dari Indonesia atau Yaman. Menurut mereka, teroris lokal dinilai belum memiliki keberanian untuk melakukan bom bunuh diri. 

    Namun, Duterte menyinggung terdapat laporan yang bertentangan mengenai pelaku pemboman ialah orang asing. 

    Baca juga: Keterlibatan WNI di Bom Filipina Masih Buram

    Berdasarkan hasil pendalaman KBRI Manila dan Konsulat Jenderal RI Davao, diperoleh informasi otoritas setempat yaitu PNP (kepolisian nasional Filipina) belum mengeluarkan hasil uji DNA. Sama halnya dengan gambar resmi hasil rekaman cctv di lokasi ledakan, yang menyatakan kedua pelaku sebagaimana dinyatakan oleh Menteri Dalam Negeri Filipina, Ano adalah WNI.

    Intelijen Filipina mengakui belum mengetahui dasar penyampaian informasi yang diberikan oleh Ano tentang keterlibatan WNI pada bom bunuh diri. Saat dihubungi oleh KBRI Manila, N.I.C.A (national intelligence coordinating agency), secara informal menyatakan keterbukaannya untuk melakukan investigasi bersama dengan pemerintah Indonesia.

    Berdasarkan Catatan KBRI, berita keterlibatan WNI dalam aksi bom bunuh diri, dan serangan teror sudah beberapa kali disampaikan pemerintah Filipina pada media massa tanpa dasar pembuktian, dan hasil investigasi terlebih dahulu. 



    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id