Penyuap Hakim PN Jaksel Divonis 3,5 Tahun Penjara

    Faisal Abdalla - 12 Juli 2019 01:39 WIB
    Penyuap Hakim PN Jaksel Divonis 3,5 Tahun Penjara
    Tiga terdakwa perantara dan penyuap dua Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Arif Fitrawan (kiri), Martin P Silitonga (tengah) dan M Ramadhan (kanan) menjalani sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 11 Juli 2019.
    Jakarta: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis 3,5 tahun penjara kepada Direktur PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Martin P Silitonga. Martin terbukti menyuap dua orang hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. 

    "Menyatakan terdakwa Martin P Silitonga terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Mejalis Hakim Bambang Hermanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta seperti dikutip dari Antara, Kamis, 11 Juli 2019. 
    Selain hukuman penjara, Martin juga diwajibkan membayar denda Rp150 juta subsider 2 bulan kurungan. Perbuatan Martin dianggap tak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. 

    Baca Juga: Dua Hakim Nonaktif PN Jaksel Divonis 4,5 Penjara

    Vonis hakim lebih rendah daripada tuntutan Jaksa. Jaksa menuntut Martin diganjar 5 tahun dan denda Rp150 juta subsider empat bulan kurungan. Selain Martin, majelis hakim Tipikor juga memvonis Arif Fitrawan. Arif merupakan kuasa hukum Martin dalam perkara perdata di PN Jaksel. 

    "Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun 10 bulan ditambah pidana denda sebesar Rp150 juta dan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 2 bulan," ujar hakim. 

    Martin dan Arif serta dua orang hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, R Iswahyu Widodo dan Irwan terlibat kasus suap. Suap diberikan untuk memenangkan perkara perdata yang sedang diurus Martin dan Arif di Pengadilan Negeri Jaksel dengan Nomor 262/Pdt.G/2018 PN JAKSEL.

    Perkara tersebut merupakan gugatan pembatalan perjanjian akuisisi antara CV Citra Lampia Mandiri (CLM) dan PT. Asia Pacific Mining Resources. Dalam gugatan itu, Hakim Iswahyu bertindak selaku ketua majelis hakim dan Irwan selaku hakim anggota.

    Iswahyu dan Irwan total menerima uang sebanyak Rp150 juta rupiah ditambah 47 ribu dolar Singapura atau setara Rp500 juta rupiah. Selain menjerat kedua hakim, kasus suap ini juga ikut menyeret panitera PN Jakarta Timur (Jaktim) Muhammad Ramadhan. 

    Dalam perkara ini, Iswahyu dan Irwan diganjar 4,5 tahun penjara. Keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id