Pelanggar Otopet Listrik Dijerat dengan UU Lalu Lintas

    Candra Yuri Nuralam - 29 November 2019 08:51 WIB
    Pelanggar Otopet Listrik Dijerat dengan UU Lalu Lintas
    Ilustrasi otopet listrik. ANT/Akbar Nugroho Gumay.
    Jakarta: Polisi berkukuh dapat menilang otopet listrik yang melintas di jalur sepeda dengan undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan. Hal ini bertentangan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 128 tahun 2019 tentang penyediaan jalur sepeda menyebutkan otopet listrik diperbolehkan melintas.

    "Untuk skuter listrik apabila melanggar kita kenakan Pasal 282 juncto pasal 104 (d) undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan nomor 22 tahun 2009," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis 28 November 2019.

    Pasal tersebut tertulis  setiap pengguna jalan wajib mematuhi perintah yang diberikan petugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104. Hal itu dilakukan dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

    Di pasal yang sama juga tertulis pengendara wajib untuk berhenti, jalan terus, mempercepat, memperlambat, dan atau mengalihkan arus kendaraan jika diperintah oleh petugas yang bekerja di lokasi.

    Yusri mengatakan pihaknya berwenang mengacu pada undang-undang melarang skuter listrik mendekati jalan. Berdasarkan pasal itu, polisi juga bisa menindak jika ada otopet listrik yang nekat mengaspal di jalan raya.

    Namun dia mengatakan polisi akan mendahulukan teguran sebelum bertindak tegas. Yusri menegaskan, penilangan hanya dilakukan kepada pengguna otopet listrik yang membandel.

    "Lalu saat diberhentikan oleh petugas lalin, dan dia menerima salahnya, dia tahu dia salah dia berhenti, itu tidak bisa dilakukan penindakan. Yang mana ditindak, yang saat diberhentikan, dia melarikan diri," ucap Yusri.

    Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 128 Tahun 2019 tentang Penyediaan Jalur Sepeda menyebut otopet listrik boleh melintas di jalur sepeda.

    Pergub mengatur kendaraan yang dapat melintas di jalur sepeda, yakni sepeda listrik, sepeda biasa, otopet, skuter,hoverboard, dan unicylce. Ruas jalan yang sudah siap dilewati kendaraan tersebut juga tercantum di dalam Pergub Nomor 128 Tahun 2019

    Namun polisi bersikeras otopet listrik dilarang melintas di jalur sepeda lantaran hanya boleh beroperasi di kawasan tertentu. Polisi juga tidak mau ambil resiko jika kendaraan listrik nekat melintas di jalan raya.

    "Nanti kalau ada kecelakaan yang salah siapa? Yang salah sepedanya toh, kalau dia keluar jalur, sudah dikasih jalurnya masing-masing, sudah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 27 November 2019. 



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id