KPK Dukung Sidang Etik DKPP

    M Sholahadhin Azhar - 15 Januari 2020 05:00 WIB
    KPK Dukung Sidang Etik DKPP
    Pimpinan KPK terpilih Nurul Ghufron saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR RI, Jakarta. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bekerja sama dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyatakan bakal mendukung sidang etik atas Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

    "Yang meminta DKPP dan kami akan mendukung proses sidang tersebut, sepanjang waktunya disesuaikan dengan jadwal pemeriksaan kami yang juga sedang berjalan," ujar Ghufron kepada Medcom.id, Selasa, 14 Januari 2020.

    Dia belum bisa memastikan kehadiran Wahyu di sidang DKPP besok. Saat ini proses pemeriksaan sedang dilakukan. Namun pada prinsipnya, KPK mendukung. DKPP sebelumnya berupaya menghadirkan Wahyu  dalam sidang etik. 

    "Dalam peraturan DKPP para pihak itu memang wajib dihadirkan. Misalnya pengadu, apa yang menjadi pokok aduan. Ini pengadunya adalah Bawaslu dan KPU. Kemudian teradu, siapa yang diadukan, dalam hal ini saudara WS," kata pelaksana tugas Ketua DKPP Muhammad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2019.

    DKPP telah meminta izin Ketua KPK Firli Bahuri buat menghadirkan Wahyu Setiawan di sidang etik, Rabu, 15 Januari 2020. Pihaknya masih menunggu persetujuan dari Lembaga Antirasuah. 

    "Ketua KPK akan memberikan konfirmasi, apakah DKPP diperkenankan membawa teradu ke DKPP atau seperti apa teknisnya," ujar Muhammad.

    Muhammad menyebut kasus Wahyu memenuhi syarat buat dibawa ke sidang etik. Wahyu terancam sanksi terberat yakni pemberhentian secara tidak hormat sebagai anggota KPU.

    "Insyaallah besok (Rabu, 15 Januari 2020) pukul 14.00 akan kita lakukan pemeriksaan etik kepada saudara WS," ujar dia. 

    Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melaporkan mantan Komisoner KPU Wahyu Setiawan ke DKPP. Hal ini terkait dugaan kasus suap yang menjerat Wahyu.

    Ketua Bawaslu Abhan mengatakan laporan terkait suap dalam proses penetapan pergantian antarwaktu (PAW) calon anggota legislatif di DPR. Kasus itu terjadi usai pertemuan tripartit antara Bawaslu, KPU, dan DKPP.

    Bawaslu berinisiatif membuat laporan dugaan pelanggaran kode etik. Langkah tersebut perlu dilakukan demi menjamin kepastian status Wahyu selaku anggota KPU yang kini berstatus tersangka di KPK.



    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id