Bentrok Polisi dan Satpol PP di Makassar Diduga Masalah Pribadi

    Lukman Diah Sari - 08 Agustus 2016 17:37 WIB
    Bentrok Polisi dan Satpol PP di Makassar Diduga Masalah Pribadi
    Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto, Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Frans Barung, Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait, dan Dandim Tabes Makassar Letkol Otto Sollu usai mediasi terkait insiden bentrokan di Kantor Wali Kota Makassar -- ANT/S



    medcom.id, Jakarta: Polisi dan aggota Satpol PP Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) bentrok pada 6-7 Agustus 2016. Kerusuhan selama dua hari itu diduga dipicu masalah pribadi.

    "Masalah kesalahpahaman yang kemudian membawa-bawa institusi. Apakah itu terkait unsur kepolisian atau unsur Satpol PP," ucap Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2016).

     



    Jenderal bintang dua itu menjelaskan, pelaku adalah oknum, baik itu di pihak kepolisian maupun Satpol PP. Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kata Boy, mengarahkan Kapolda Sulsel Irjen Anton Charliyan segera bertindak.

    "Yakni berkoordianasi dengan unsur Pemda untuk mempersatukan (Polisi da Satpol PP) lagi. Ingat, ini bukan soal unsur satuan. Ini adalah oknum di lapangan. Ada oknum yang tidak bertanggungjawab," beber Boy.

    Mantan Kapolda Banten ini mengatakan, saat ini proses investigasi masih berlangsung. "Secara obyektif, pemeriksaan ini akan dijalankan dan disesuaikan dengan ketentuan hukum yang ada. Berdasarkan bukti yang ada di lapangan," sebut Boy.

    Boy juga mengingatkan, agar polisi dan Satpol PP tak lagi terjebak dalam konflik serupa. Sehingga tak menimbukan kegaduhan lagi.

    "Jangan juga saling memprovokasi, karena pasti ada yang ingin bentrokan ini berlanjut. Jangan sampai kondisinya bertambah buruk dan segera rekonsiliasi. Selesaikan masalah dengan menghormati hukum yang ada," jelasnya.

    Akibat kerusuhan itu, satu orang polisi tewas dan sejumlah orang lainnya luka-luka. Korban tewas adalah anggota Sabhara Polda Sulsel Bripda Michael Abraham Rieuwpassa.

    Michael tewas saat anggota Sabhara Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel menyerang Kantor Balai Kota Makassar. Sementara itu, seorang anggota Satpol PP Kota Makassar terkena tikaman.

    (NIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id