comscore

PN Tipikor Jakpus Jadi Tempat Transaksi Jahat Kasus Azis Syamsuddin

Candra Yuri Nuralam - 13 Desember 2021 15:13 WIB
PN Tipikor Jakpus Jadi Tempat Transaksi Jahat Kasus Azis Syamsuddin
Eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di PN Tipikor/Medcom.id/Candra
Jakarta: Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menyuap eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju untuk menghilangkan namanya dalam persidangan. Robin menyerahkan sebagian duit ke Pengacara Maskur Husain untuk tujuan tersebut. Penyerahan uang dilakukan di basemen Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

Baca: Azis Syamsuddin Bayar Robin Agar Namanya Tak Disebut di Persidangan
"Kita langsung ke kantor pengadilan ini (Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat) memberikan ke salah satu orang ini yang kita katakan Om Ale (Maskur) di parkiran basemen bawah," kata saksi sekaligus pihak swasta Agus Susanto saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 13 Desember 2021.

Agus menyebut transaksi itu menggunakan mata uang asing. Robin mengambil uang itu dari rumah Azis di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, pada 5 Agustus 2021. Kemudian, Robin menemui Maskur di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

Saat perjalanan ke sana, Robin sempat memisahkan uang itu menjadi tiga bagian. Robin langsung memberikan uang bagian Maskur setibanya di basemen Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

"Saya lihat itu yang sudah dibagi untuk penyerahan itu (bagian Maskur) sudah ada di tangan Pak Robin itu, (pas balik ke mobil) sudah tidak dibawa," ujar Agus.

Dia tidak memerinci total uang yang diberikan Robin ke Maskur. Dia juga tidak memerinci persidangan yang menyebut nama Azis.

Setelah menyerahkan uang, Robin menelpon seseorang untuk meyakinkan nama Azis sudah tidak akan disebut dalam persidangan. "Pokoknya aman Bang, nama Abang tidak akan disebut dalam persidangan," kata Agus menirukan Robin.

Azis didakwa menyuap Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017.

"Terdakwa (Azis) telah memberikan uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp3.099.887.000 dan USD36.000," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id