comscore

Tersangka DNA Pro Sembunyikan Aset di Kepulauan Virgin

Siti Yona Hukmana - 27 Mei 2022 18:47 WIB
Tersangka DNA Pro Sembunyikan Aset di Kepulauan Virgin
Tersangka DNA Pro. (Medcom.id/Siti)
Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menduga tersangka kasus investasi bodong robot trading DNA Pro Akademi menyembunyikan aset hasil kejahatannya ke Kepulauan Virgin (Virgin Islands). Dugaan itu diketahui saat pelacakan aset bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Hasil dari tracing asset follow the money dari PPATK ada beberapa transaksi yang dikirimkan ke luar negeri. Ada satu yang ke Virgin Islands," kata Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Yuldi Yusman dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jumat, 25 Mei 2022. 
Namun, Yuldi belum dapat memastikan jumlah uang yang dikirim ke Kepulauan Virgin itu. Menurut dia, masih dalam pendalaman. 

"Tetapi sedang kami dalami untuk masalah penarikan dari sananya," ujar Yuldi. 

Virgin Islands merupakan bagian dari 14 Teritori Seberang Laut Britania (British Overseas Territories) yang masuk ke yuridiksi Britania Raya. Virgin Islands sering disebut sebagai negara tax haven atau biasa dikenal sebagai daerah bebas pajak atau pajak yang dikenakan sangat rendah sehingga cocok untuk mendirikan perusahaan offshore.

DNA Pro adalah salah satu aplikasi robot trading yang diblokir pemerintah karena menjalankan bisnis investasi menggunakan sistem skema ponzi atau piramida. Tindakan itu ilegal di Indonesia. 

Baca: Total Rp413 Miliar Aset DNA Pro Disita, Ada Emas 20 Kg Hingga Hotel

Total 3.621 korban melapor ke Bareskrim Polri, dengan total kerugian kurang lebih Rp551.725.456.972. Sedangkan, total aset yang disita senilai Rp413.050.057.172. Rinciannya, pemblokiran 64 rekening dengan total kurang lebih Rp105.525.000.000, uang tunai kurang lebih Rp112.525.057.172, aset dan barang senilai Rp195 miliar. 

Aset dan barang ini terdiri atas emas 20 kilogram, 10 unit rumah, satu unit hotel di Jakarta Barat, dua unit apartemen. Lalu, 14 mobil mewah, di antaranya Ferrari, Alphard, Mustang, Lexus, BMW, Fortuner, Pajero, HRV, dan Honda Brio. 

Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan 14 tersangka dalam kasus ini. Sebanyak 11 tersangka yang telah ditangkap dan tahan ialah Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe (DA) selaku Direktur Utama PT DNA Pro Akademi, RK selaku Founder tim Founder Rudutz, RS sebagai Co-Founder tim Founder Rudutz, DT sebagai Exchanger tim Founder Rudutz, YTS sebagai Founder tim Founder 007.

Kemudian, FT sebagai Co-Founder tim Founder 007, RL sebagai Founder dan Exchanger tim Founder Gen, JG sebagai Founder dan Exchanger tim Founder Octopus dan Exchanger tim Founder 007, SR sebagai Co-Founder tim Founder Octopus, HAS sebagai Branch Officer Manager DNA Pro Bali (tim Founder Central). Terakhir, MA sebagai pihak yang turut serta membantu tersangka ST dan JG dalam melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

Sementara itu, ada tiga yang masih buron. Ketiganya ialah Fauzi alias Daniel Zii (DZ), Ferawati alias Fei (Fe), dan Devin alias Devinata Gunawan (DG). 

Ke-14 tersangka dijerat Pasal 106 jo Pasal 24 dan Pasal 105 Jo Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara 4 sampai 10 tahun. Lalu, Pasal 3 dan atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id