comscore

2 Terdakwa Positif Covid-19, Sidang Tuntutan Kasus Unlawful Killing Ditunda

Aria Triyudha - 15 Februari 2022 14:47 WIB
2 Terdakwa Positif Covid-19, Sidang Tuntutan Kasus <i>Unlawful Killing</i> Ditunda
Sidang kasus unlawfull killing di PN Jaksel. Foto: Medcom.id/Aria Triyudha.
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menunda sidang kasus unlawfull killing atau penembakan di luar hukum empat laskar Front Pembela Islam (FPI). Pasalnya, kedua terdakwa, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella positif covid-19.

"Sidang ditunda minggu depan sambil melihat kondisi kesehatan para terdakwa," kata ketua majelis hakim M Arif Nuryanta di ruang persiangan PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Februari 2022.
Agenda sidang hari ini sejatinya bakal mendengarkan pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU). Sidang bakal digelar kembali Selasa, 22 Februari 2022.

Kuasa Hukum kedua terdakwa Henry Yosodiningrat menjelaskan Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella dianjurkan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sejak Senin, 14 Februari 2022. Anjuran itu berdasarkan hasil tes di Rumah Sakit (RS) Pondok Indah.

"Kami perhitungkan secara psikologis orang dalam keadaan sakit seperti ini mendengarkan pembacaan tuntutan itu tak bijak dilaksanakan. Bila usai 14 hari isolasi mandiri terdakwa dinyatakan negatif covid-19 dan dalam kondisi fit, sehat, kami akan hadirkan terdakwa bersama dengan tim penasihat hukum," terang Henry secara virtual.

Baca: Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Jaksa-Hakim Berdebat

Hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) kedua terdakwa diserahkan perwakilan kuasa hukum yang hadir langsung di PN Jaksel kepada majelis hakim.

Kedua terdakwa didakwa melanggar Pasal 338 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan. Keduanya juga didakwa melanggar Pasal 351 KUHP tentang Tindak Pidana Penganiayaan.

Total enam eks anggota FPI tewas dalam dua kejadian terpisah. Sebanyak dua orang meregang nyawa saat baku tembak dengan polisi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, 7 Desember 2020. Keempat lainnya diduga meninggal dunia akibat tindakan tegas dan terukur polisi ketika hendak dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Langkah polisi tidak dibenarkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komnas HAM menilai terdapat dugaan unlawful killing kepada empat laskar FPI tersebut.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id