comscore

Pemotor Hanya Beli Tempe Dekat Rumah, Polri: Wajib Pakai Sepatu!

Siti Yona Hukmana - 15 Juni 2022 19:40 WIB
Pemotor Hanya Beli Tempe Dekat Rumah, Polri: Wajib Pakai Sepatu!
Masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak memperhatikan keselamatan berkendara. Medcom.id/Ahmad Garuda
Jakarta: Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi mengimbau pemotor menggunakan sepatu tak hanya bepergian jauh, namun juga jarak dekat. Kecelakaan lalu lintas bisa terjadi kapan saja. 

"Ada masyarakat yang bilang begini 'Pak cuma dekat saja kok, masa cuma mau beli tempe doang ke pasar (pakai sepatu) segala macam itu'. Kecelakaan di jalan justru dari rumah ke pasar beli tempe yang dia rutin tiap hari dan tidak ada kecelakaan itu memang yang sengaja," kata Firman melalui keterangan tertulis, Rabu, 15 Juni 2022.
Firman mengimbau pemotor mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum keluar rumah. Mereka wajib menggunakan sepatu, helm, dan jaket sebagai ikhtiar menghindari kecelakaan. 

Baca: Kakorlantas: Pemotor Pakai Sandal Jepit Tak Ditilang

"Ikhtiar kita maksimalkan kalau masih terjadi juga Tuhan sudah punya rencana, tapi kita ikhtiar maksimal. Memperkecil fatalitas kecelakaan dengan memberikan perlindungan yang cukup bagi anggota tubuh, (bagi pengendara) roda dua khususnya," ujar Firman. 

Menurut dia, penggunaan sandal jepit tidak ada proteksi jika bersentuhan langsung dengan aspal. Lain hal, jika penggunaan sepatu, dia meyakini tingkat fatalitas kendaraan akan sangat minim. 

"Mohon maaf saya bukan men-strassing (menekankan) pakai sandal jepitnya, tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu. Karena kalau dia sering pakai motor (dengan sandal jepit) kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi kita itu lah fatalitas," jelas jenderal bintang dua itu.

Dia menegaskan tidak ada tilang bagi pemotor yang menggunakan sandal jepit. Petugas, kata dia, akan memberikan imbauan dan edukasi jika menemukan pengendara menggunakan sandal jepit. 

Firman mengakui budaya itu akan sulit untuk diterapkan. Namun, dia yakin masyarakat akan mulai sadar memproteksi diri dengan peralatan lengkap saat mengendarai sepeda motor. 

"Tidak ada sanksi tilang, saya sudah sampaikan untuk operasi patuh tahun ini kita sudah dibantu dengan E-TLE (tilang elektronik). Yang ketemu di jalan kita akan berikan edukasi. Ini mungkin tidak gampang, masa-masa dahulu ketika dipaksa pakai helm juga yang panas ada, tapi ketika masyarakat menyadari kepala saya ini penting," tutur dia.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id