ICW Nilai Kepolisian Kurang Profesional Tangani Kasus Korupsi

    Candra Yuri Nuralam - 19 April 2021 01:28 WIB
    ICW Nilai Kepolisian Kurang Profesional Tangani Kasus Korupsi
    Peneliti ICW Wana Alamsyah di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Timur. Foto: Medcom/Ilham



    Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kepolisian belum profesional dalam menangani kasus korupsi. Banyak konflik kepentingan yang terpampang jelas dari beberapa penanganan kasus rasuah yang dilakukan Korps Bhayangkara.

    "Kepolisian diduga memiliki konflik kepentingan pada saat menangani kasus dugaan penghapusan red notice di Interpol," kata peneliti ICW Wana Alamsyah melalui telekonferensi, Jakarta, Minggu, 18 April 2021.






    Wana menilai polisi masih kurang tegas menangani perkara yang menjerat anggotanya, yakni Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo. Wana juga menilai dua jenderal itu 'dilindungi' karena kasusnya tidak boleh diberikan ke instansi lain.

    "Tidak adanya keinginan untuk memberikan kasus tersebut kepada pihak lain. Sehingga dalam konteks penanganannya cenderung lebih objektif," ujar Wana.

    Baca: ICW Nilai Penanganan Korupsi di Kepolisian Sepanjang 2020 Sangat Buruk

    Beberapa penanganan kasus dugaan penenyelewengan dana penanganan covid-19 yang dilakukan kepolisian juga dinilai tidak jelas. Polisi bahkan tidak membeberkan ke publik tentang kelanjutan kasus dugaan korupsi dana covid-19 itu.

    "Padahal ada 84 kasus penyelewengan dana covid-19 yang masuk dalam tahan penyelidikan," ujar Wana.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id