Usai jadi Tersangka, Koboi Fortuner Dicopot dari Jabatan CEO Perusahaan

    Adri Prima - 04 April 2021 00:39 WIB
    Usai jadi Tersangka, Koboi Fortuner Dicopot dari Jabatan CEO Perusahaan
    Pengemudi Fortuner yang todongkan senjata ke pengendara motor. (foto: ist)



    Jakarta: Pengemudi Toyota Fortuner, Muhammad Farid Andika (MFA) yang menodongkan senjata ke pengendara motor kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

    Tak hanya itu, ia juga ditendang dari jabatannya sebagai CEO Restock.id, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan dan pinjaman produktif kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 






    Untuk sementara jabatan CEO kini dijabat oleh Tiar Nabilla Karbala. Tiar sendiri sebelumnya merupakan komisaris perusahaan. 

    "Untuk sementara kami telah menunjuk Tiar Nabilla Karbala sebagai CEO Restock.id. Insya allah minggu depan kita akan bantu startup yang fenomenal dengan nilai investasi yang cukup besar dari yang sebelum-sebelumnya. Kami mengajak masyarakat untuk objektif dan tenang dalam menanggapi isu yang ada," kata Chief of Sales Restock, Rega Sardjono, melalui keterangan resmi, Sabtu 3 April 2021. 

    Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, MFA diciduk setelah aksinya jadi koboi jalanan viral di media sosial. Awalnya MFA menyerempet pengendara motor, lalu saat dimintai pertanggungjawaban ia malah mengeluarkan senjata mengancam pengguna jalan lain lalu meninggalkan lokasi.

    MFA ditangkap polisi pada Jumat 2 April 2021 siang di sebuah parkiran mal di Jakarta Selatan. 

    Polisi lebih dulu mendatangi rumah MFA tapi ia tidak dirumah. Dari informasi orang tuanya akhirnya MFA berhasil ditemukan polisi.

    MFA telah ditetapkan sebagai tersangka. dan dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api. 

    Pasal 1 ayat 1 beleid itu berbunyi, "barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak".

    Pelaku bisa dikenakan hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id