Pemerintah Diminta Rombak Sistem Birokrasi untuk Cegah Korupsi

    Kautsar Widya Prabowo - 29 November 2020 17:41 WIB
    Pemerintah Diminta Rombak Sistem Birokrasi untuk Cegah Korupsi
    Pakar hukum pidana Yenti Garnasih. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.jpg
    Jakarta: Pemerintah diminta merombak sistem birokrasi yang bepotensi menjadi celah terjadinya korupsi. Sistem tersebut harus segera dipangkas.

    "Birokrasi-birokrasi yang ada kemungkinan terjadinya penyuapan yang harus oleh pemerintah dan DPR pikirkan," ujar mantan ketua seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yenti Garnasih dalam program Crosschek Medcom.id, bertajuk KPK OTT Menteri, Bukti Jokowi Perangi Korupsi?, Jakarta, Minggu, 29 November 2020.

    Yenti tak ingin sistem birokrasi yang ada terkesan menjebak seseorang agar terlibat dalam korupsi. Kesadaran untuk menjauhi tindakan pidana itu harus dimulai dari diri sendiri yang didukung dengan sistem birokrasi baik.

    "Mereka ada kesadaran, ada rasa takut takut dalam artian dia tidak berani melakukan korupsi. Jadi jangan coba coba (korupsi)," tuturnya.

    Pakar Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu berharap pemerintah lebih peka dalam menangani korupsi. Dengan begitu, tidak ada lagi menteri yang terjerat korupsi.

    Baca: OTT Edhy Prabowo Dinilai Bentuk Lemahnya Pengawasan Terhadap Kabinet

    Sebelumnya, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu, 25 November 2020. Ada tujuh tersangka dalam kasus itu di antaranya Edhy, Staf Khusus Menteri KKP Safri, staf istri Menteri KKP Ainul Faqih, pengurus PT Aero Citra Kargo Siswadi, dan Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito.
     
    Edhy bersama tersangka lainnya diduga menerima uang Rp9,8 miliar dan US$100 ribu. Uang itu dipakai Edhy untuk belanja beberapa barang mewah di Hawaii, Amerika Serikat.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id