Kejagung Sebut Ada Aliran Dana dari Benny Tjokro ke Jimmy Sutopo

    Siti Yona Hukmana - 16 Februari 2021 10:19 WIB
    Kejagung Sebut Ada Aliran Dana dari Benny Tjokro ke Jimmy Sutopo
    Ilustrasi Kejagung. Dok Media Indonesia



    Jakarta: Kejaksaan Agung memastikan ada aliran dana dari tersangka kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), Benny Tjokrosaputro (BTS) ke Jimmy Sutopo (JS). Temuan tersebut membuat Jimmy dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    "Iya (ada aliran dana BTS ke JS), karena itu kan jadi TPPU," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.






    Jimmy dan Benny kongkalikong dalam transaksi jual beli saham kepada ASABRI dengan menyiapkan nomine atau calon. Namun, Leonard belum mau mengungkap jumlah transaksi dan uang haram yang diterima Jimmy dan Benny.

    "Itu sudah masuk materi, nanti setelah perkembangan penyidikan kita sampaikan," ujar Leonard.

    Kejagung juga menyelidiki aset-aset milik Jimmy. Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship itu diduga telah membelanjakan sejumlah uang haram yang diterimanya.

    Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung telah menyita sejumlah apartemen dan kendaraan milik Jimmy. Namun, Kejagung belum menyebut detail jumlah, lokasi, dan nama apartemen itu.

    Baca: Kejagung Sita Sejumlah Apartemen Milik Jimmy Sutopo

    Jimmy ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB, Senin, 15 Februari 2021. Jimmy tersangka pertama dalam kasus korupsi di ASABRI yang dijerat Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

    Total ada sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp23,7 triliun itu. Mereka yakni, Jimmy; Benny; Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur Utama (Dirut) ASABRI periode 2011-Maret 2016, Adam Rachmat Damiri (ARD); Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020, Sonny Widjaja (SW); Dirut Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014, BE; Dirut ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019, HS; Kepala Divisi Investasi ASABRI periode Juli 2012-Januari 2017, Ilham W Siregar (IWS); dan Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi (LP).

    Para tersangka dijerat Primer Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP;

    Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id