Firli Tegaskan Penyidikan Kasus Bansos Tak Pandang Bulu

    Candra Yuri Nuralam - 15 Februari 2021 13:13 WIB
    Firli Tegaskan Penyidikan Kasus Bansos Tak Pandang Bulu
    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. MI/Susanto



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyidikan kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di Kementerian Sosial pada 2020 dilakukan sesuai prosedur. KPK tak pandang bulu mengusut kasus apa pun.

    "KPK bekerja dengan asas tugas pokok KPK dan semua dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, kita tidak pernah pandang bulu. Itu prinsip kami!" tegas Ketua KPK Firli Bahuri melalui keterangan tertulis, Senin, 15 Februari 2021.






    Firli meminta masyarakat bersabar dalam pengusutan kasus ini. Setiap saksi yang dibutuhkan akan dipanggil pada waktunya.

    Masyarakat diminta memberikan waktu pada penyidik mendalami dugaan rasuah itu. Lembaga Antikorupsi berjanji membongkar semua fakta di persidangan.

    (Baca: KPK Diminta Tak Segan Panggil Politikus Terkait Korupsi Bansos)

    "Namun, pada prinsipnya segala informasi yang berkembang dipastikan akan dikonfirmasi kepada para saksi," ujar Firli.

    Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 di Jabodetabek pada 2020. Kasus ini menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke.

    KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus adanya pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.

    Penyerahan uang dilakukan pada Sabtu dini hari, 5 Desember 2020. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil.

    Sejumlah nama muncul dalam penyidikan kasus itu. Salah satunya, politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan Ihsan Yunus. Dia diduga terlibat pengadaan bansos Jabodetabek 2020.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id