Dalami Aliran Dana Rekening FPI, Densus 88 Periksa WNA Inggris

    Siti Yona Hukmana - 03 Februari 2021 22:40 WIB
    Dalami Aliran Dana Rekening FPI, Densus 88 Periksa WNA Inggris
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Seorang warga negara asing (WNA) Inggris, Tazneen Miriam Sailar, ditangkap pihak Imigrasi. Tazneen diduga terkait dengan 92 rekening milik Front Pembela Islam (FPI) yang dibongkar Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

    Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan WN Inggris itu merupakan istri teroris jaringan Jemaah Islamiyah (JI) Asep Ahmad Setiawan alias Abu Ahmad. Polisi mendalami keterlibatan Tazneen dalam aksi terorisme itu. 






    "Jadi begini, peran dari WN Inggris ini masih didalami (Densus 88). Jadi, saya hanya katakan bahwa suaminya yang terlibat (teroris), sementara peran dari istri saudara Asep Ahmad Setiawan masih didalami penyidik Densus 88 (Antiteror Polri)," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Februari 2021. 

    Baca: Densus 88 Dilibatkan dalam Gelar Perkara Laporan Rekening FPI

    Ramadhan mengatakan terduga teroris Asep terafiliasi dengan Al-Qaeda. Namun, Asep telah meninggal dalam pertempuran di Suriah pada 2014. 

    Lebih lanjut, Ramadhan menyebut WN Inggris itu ditangkap di Rumah Detensi Imigrasi Jakarta. Namun waktu penangkapan tak dibeberkan. 

    WN Inggris itu menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Densus 88 Antiteror Polri. Keterangan warga asing itu juga digali terkait aliran dana rekening FPI. 

    "Yang terkait dengan PPATK ini kan ada 92 (rekening), tentunya proses itu masih dianalisa. Pastinya, penyidik akan mendalami itu satu per satu. Didalami apa keterlibatan daripada pengiriman rekening tersebut, ada kaitannya dengan istri dari seorang anggota teroris tadi, itu salah satunya ya," ungkap Ramadhan. 

    Sebelumnya diberitakan Imigrasi mendetensi Tazneen. Perempuan diduga pelaku teroris itu didetensi karena harus dideportasi. Taznen diduga melakukan pelanggaran keimigrasian. Dia sudah tidak memiliki izin tinggal di Indonesia. Berdasarkan situs PPATK dalam daftar terduga teroris dan organisasi teroris, paspor Tazneen hanya berlaku sampai 18 Januari 2018.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id