ICW: Sistem Administrasi di 11 Pengadilan Negeri Buruk

    Fachri Audhia Hafiez - 12 Oktober 2020 01:06 WIB
    ICW: Sistem Administrasi di 11 Pengadilan Negeri Buruk
    Ilustrasi Mahkamah Agung. MI/Bary Fathahilah
    Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat fungsi administrasi di pengadilan negeri (PN) tidak berjalan baik sepanjang Semester I 2020. Situasi ini menghambat masyarakat mengawasi peradilan.

    "Pengadilan dalam menjalankan fungsi administrasi masih buruk," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam peluncuran 'Tren Vonis Perkara Korupsi pada Semester I 2020', Minggu, 11 Oktober 2020.

    Penilaian berdasarkan informasi dalam sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) setiap pengadilan. Sebanyak 11 dari 32 PN tindak pidana korupsi (Tipikor) tidak lengkap administrasi, khususnya terkait dakwaan, tuntutan, dan vonis.

    Pengadilan itu yakni PN Banda Aceh, PN Bandung, PN Bengkulu, PN Jakarta Pusat, dan PN Jambi. Kemudian PN Jayapura, PN Kupang, PN Mataram, PN Pangkal Pinang, PN Tanjung Pinang, dan PN Ternate.

    "Dakwaan, tuntutan, dan putusan tidak diunggah dalam website tersebut," ucap Kurnia.

    (Baca: 70 Persen Masalah Peradilan Bermula dari Administrasi)

    Ketua Mahkamah Agung (MA) diminta menaruh perhatian serius terhadap lemahnya sistem administrasi. Fungsi administratif penting sebagaimana Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor: 1-144/KMA/SK/I/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan.

    Kurnia menyebut tidak lengkapnya informasi dalam website PN menghambat fungsi dan kontrol masyarakat terhadap kinerja pengadilan. ICW merekomendasikan MA memberikan sanksi kepada ketua PN yang tidak mampu mengelola website pengadilan secara informatif.

    "Mungkin hukuman administratif dari ketua Mahkamah Agung terhadap ketua PN yang abai dalam mengelola administrasi websitenya," ujar Kurnia.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id