Rizieq Sebut Wali Kota Bima Arya Berbohong

    Zaenal Arifin - 10 Juni 2021 17:12 WIB
    Rizieq Sebut Wali Kota Bima Arya Berbohong
    Muhammad Rizieq Shihab. MI/Ramdani.



    Jakarta: Terdakwa kasus tes swab Rumah Sakit UMMI Bogor, Muhammad Rizieq Shihab, menuding Wali Kota Bogor Bima Arya berbohong. Bima bahkan dianggap berbuat licik agar Rizieq bisa dijerat kasus pelanggaran protokol kesehatan.

    "Pada 26 dan 27 November 2020, saat saya dirawat di RS UMMI, Bima, Kapolres, dan Dandim Kota Bogor datang ke rumah sakit. Mereka disambut baik oleh pihak RS UMMI dan dipertemukan dengan keluarga HRS, lalu musyawarah sepakat untuk selesaikan masalah secara kekeluargaan," kata Rizieq Shihab saat membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 10 Juni 2021.

     



    Kedatangan Bima itu guna memastikan kondisi Rizieq yang dikabarkan terpapar covid-19. Termasuk mencegah timbulnya kerumunan warga di RS UMMI Bogor, tempatnya dirawat.

    Satgas Covid-19 bahkan meminta pihak RS UMMI Bogor yang merupakan rumah sakit rujukan untuk menangani pasien covid-19 melaporkan kondisi Rizieq dan meminta agar dilakukan tes swab PCR. Namun, menurut Rizieq, selepas pertemuan itu Bima Arya dan Satgas Covid-19 Kota Bogor justru melakukan pertemuan dan meminta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bogor Agustian Syah, membuat laporan polisi.

    "Dan di dalam sidang, Bima Arya mengaku bahwa ia lebih mengedepankan penyelesaian hukum daripada penyelesaian kekeluargaan, sehingga bertolak belakang dengan kesepakatan musyawarah yang ingin penyelesaian kekeluargaan," ujarnya.

    Rizieq mengatakan Bima Arya pernah berjanji untuk mencabut laporan polisi terhadap manajemen RS UMMI Bogor. Janji itu bahkan disampaikan ke tokoh agama Kota Bogor.

    Namun, Rizieq menilai Bima Arya berbohong karena tidak pernah mencabut laporan polisi hingga penanganan perkara diambil alih Bareskrim Polri. Lalu membuat dirinya dan Muhammad Hanif Alatas jadi tersangka.

    "Faktanya laporan polisi tidak pernah dicabut dengan alasan dilarang oleh Kapolda Jawa Barat. Ketiga, bahwa benar Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan bahwa RS UMMI tidak Kooperatif dan tidak pernah melapor sampai saat Bima Arya hadir dalam sidang Tgl 8 April 2021," kata dia.

    Rizieq menuding pernyataan Bima Arya yang menyatakan pihak RS UMMI Bogor tidak kooperatif dan tidak pernah melaporkan hasil tes swab PCR merupakan kebohongan. Pasalnya, pihak rumah sakit menyambut kedatangan Satgas Covid-19 Kota Bogor dan setuju dilakukan tes swab PCR sebagaimana permintaan.

    Baca: Bacakan Pleidoi, Rizieq Singgung Kasus Djoko Tjandra hingga Ahok

    Dia menolak bila pihak RS UMMI Bogor disebut tidak kooperatif dan menghalangi kerja Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam penanganan pandemi covid-19. "Laporan hasit tes PCR saya juga sudah dikirim juga secara online dan real time oleh Laboratorium RSCM ke Kemenkes RI pada 27 November 2020. Jadi Laporan tersebut bukan langsung ke Wali Kota atau ke Satgas Covid-19, karena Satgas Covid-19 tidak berwenang mengambil Rekam Medis Pasien dari Rumah Sakit," kata Rizieq.

    Rizieq mengatakan alasan hasil tes swab PCR-nya baru disampaikan pihak RS UMMI Bogor ke Dinkes Kota Bogor pada 16 Desember 2020 bukan karena alasan tidak kooperatif. Melainkan karena berkas diambil penyidik Satreskrim Polres Kota Bogor sebagai bahan penyelidikan dan penyidikan laporan yang dibuat Bima pada 28 November 2020.

    "Karena berkas pasien tersebut diambil petugas penyidik kepolisian Polresta Bogor akibat laporan Bima Arya cs per 28 November 2020, dan baru dikembalikan kurang lebih dua minggu kemudian," ytegas dia.

    Pernyataan Rizieq itu merupakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta dirinya divonis hukuman penjara selama 6 tahun. Pernyataan Rizieq itu tertuang pada Bab V pleidoi setebal 131 halaman yang dibuatnya secara pribadi dari Rutan Bareskrim Polri tempatnya ditahan.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id